KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Pelayanan geriatri di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas menjadi fokus pembahasan dalam program edukasi kesehatan yang disiarkan melalui Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) Kabupaten Kapuas 98,1 FM. Dalam siaran tersebut, narasumber memaparkan secara rinci jenis dan mekanisme pelayanan bagi pasien lanjut usia (lansia).

Perawat Ahli Muda sekaligus Kepala Ruangan Klinik Geriatri, Winda Meila, dalam dialog interaktif itu menjelaskan bahwa pelayanan geriatri merupakan layanan kesehatan komprehensif yang dirancang khusus untuk pasien usia 60 tahun ke atas. Pelayanan ini mencakup upaya promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif dengan pendekatan multidisiplin.

"Poliklinik Geriatri sebagai unit rawat jalan memberikan asesmen geriatri komprehensif, yakni penilaian menyeluruh terhadap kondisi medis, fungsi fisik dan aktivitas sehari-hari, status mental dan kognitif, status gizi, kondisi sosial dan lingkungan, serta evaluasi penggunaan obat-obatan. Pendekatan ini bertujuan agar penanganan pasien lansia lebih tepat dan terarah," paparnya.

Selain pelayanan rawat jalan, RSUD Kapuas juga menyediakan kunjungan rumah (home care) sebagai bagian dari pelayanan geriatri tingkat sederhana. Layanan ini diberikan bagi lansia yang memiliki keterbatasan mobilitas sehingga tetap mendapatkan pemantauan dan perawatan berkelanjutan.

Dalam siaran tersebut, Winda juga menjelaskan bahwa pelayanan medis di Poliklinik Geriatri meliputi pengelolaan penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung, serta penanganan sindrom geriatri seperti risiko jatuh, inkontinensia, delirium, dan demensia. Evaluasi dan rasionalisasi obat menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko efek samping akibat konsumsi banyak obat.

Tak hanya itu, tersedia pula pelayanan rehabilitatif seperti fisioterapi, terapi okupasi, latihan peningkatan mobilitas, serta edukasi dan konseling terkait nutrisi, aktivitas fisik, dan perawatan di rumah. Perencanaan perawatan jangka panjang juga disusun melalui diskusi tim multidisiplin.

Winda menegaskan dalam dialog tersebut bahwa pelayanan geriatri dilaksanakan oleh tim yang terdiri dari dokter spesialis penyakit dalam atau geriatri, perawat terlatih, ahli gizi, fisioterapis, apoteker, psikolog, dan pekerja sosial medis. Kolaborasi ini penting karena pasien geriatri umumnya memiliki lebih dari satu penyakit kronis serta membutuhkan pendekatan individual.

Pihak rumah sakit berharap masyarakat lebih memahami alur pelayanan, mulai dari pendaftaran, pemeriksaan awal dan asesmen, penyusunan rencana perawatan, hingga kontrol berkala. Dengan pemahaman tersebut, lansia dan keluarga dapat memanfaatkan layanan geriatri secara optimal untuk meningkatkan kualitas hidup. (SBARIANOOR/j)