BORNEONEWS, Palangka Raya – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Tengah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan berintensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang dan sambaran petir di sebagian besar wilayah Kalteng hingga sepekan ke depan.
Peringatan tersebut disampaikan Prakirawan BMKG Kalteng, Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya, Ika Priti, Sabtu, 14 Februari 2026.
“Kami mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat mewaspadai potensi hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di wilayah Kalimantan Tengah,” ujarnya.
Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi 13 kabupaten dan satu kota, yakni Kabupaten Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Sukamara, Lamandau, Seruyan, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau, serta Kota Palangka Raya.
BMKG mengingatkan, hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir berpotensi menimbulkan berbagai dampak bencana, seperti genangan air, banjir, banjir bandang, tanah longsor, hingga pohon tumbang.
“Dampak ini perlu diantisipasi, terutama di wilayah rawan bencana hidrometeorologi,” kata Ika.
Ia menjelaskan, sebelum hujan lebat terjadi, biasanya akan terlihat pertumbuhan awan konvektif atau awan Cumulonimbus (CB) yang berwarna gelap. Kondisi ini dipicu oleh aktifnya Gelombang Rossby Ekuatorial, serta adanya belokan dan perlambatan kecepatan angin atau konvergensi di wilayah Kalimantan Tengah.
“Didukung kelembaban udara yang cukup basah dan labilitas atmosfer yang kuat, kondisi ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di Kalteng,” jelasnya.
BMKG mencatat suhu udara di wilayah Kalteng berkisar antara 23 hingga 32 derajat Celcius, dengan kelembaban udara 65 hingga 100 persen. Sementara arah angin umumnya bertiup dari Selatan menuju Timur Laut dengan kecepatan 5–20 kilometer per jam.
Saat hujan lebat disertai angin kencang dan petir, masyarakat diminta segera mencari tempat berlindung yang aman, seperti di dalam rumah atau bangunan permanen.
“Warga juga harus menjauhi pohon besar, papan reklame, baliho, serta tidak berada di area terbuka untuk menghindari risiko sambaran petir,” tegas Ika.
BMKG Kalteng juga mengingatkan potensi hujan lokal berdurasi singkat dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang maupun angin puting beliung.
Untuk mendukung upaya mitigasi bencana, BMKG secara rutin berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait, serta mengimbau masyarakat untuk selalu memperbarui informasi cuaca melalui laman resmi BMKG, aplikasi BMKG, dan media sosial resmi BMKG.









