BORNEONEWS, Sampit – Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menunjukkan dinamika demografis yang menarik, terutama dalam kelompok usia produktif 15 sampai 49 tahun. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kotim mengungkap proporsi status perkawinan penduduk yang memberikan gambaran unik tentang generasi muda di daerah ini.
Rilis tersebut dibuat bertepatan dengan momen Hari Kasih Sayang atau Valentine Day, 14 Februari 2026. Karane kasih sayang atau cinta bukan hanya perasaan tapi juga bagian dari cerita demografi bangsa.
“Data kami mencatat bahwa pada usia 15-49 tahun, presentase penduduk laki-laki yang berstatus kawin mencapai 56,2 persen, sementara 1,8 persen sudah cerai, dan menariknya sebanyak 42 persen belum kawin.” ungkap rilis BPS Kotim, Sabtu, 14 Februari 2026.
Lebih lanjut, Eddy menambahkan bahwa pada kelompok perempuan usia sama, proporsi yang sudah menikah relatif lebih tinggi, yakni 70,6 persen. Sedangkan yang cerai berjumlah 2,2 persen, dan sisanya sebanyak 27,1 persen masih berstatus belum kawin.
Fakta bahwa hampir separuh laki-laki produktif dan lebih dari seperempat perempuan kelompok usia produktif belum menikah ini mencerminkan karakter sosial dan budaya masyarakat Kotim yang unik. Ini juga menandakan potensi dinamika sosial yang kuat dan kemungkinan perubahan dalam pola kemasyarakatan serta ekonomi daerah.
“Generasi muda ini mendominasi kelompok usia produktif di wilayah kita. Tingginya angka belum kawin menunjukkan peluang pengembangan berbagai program sosial, ekonomi, dan pendidikan yang dapat disesuaikan dengan karakteristik masyarakat kita,” kata Eddy Surahman.
Data ini penting menjadi acuan bagi pemangku kebijakan dalam menyusun strategi pembangunan daerah yang relevan, dengan fokus pada kebutuhan dan potensi generasi produktif yang semakin besar di Kotim. (DEVIANA/j)









