BORNEONEWS, Sampit – Era digital semakin melekat dalam kehidupan masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), terutama dalam urusan cinta dan komunikasi.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kotim, Eddy Surahman, mengungkapkan bahwa akses internet rumah tangga di daerah ini terus mengalami peningkatan signifikan selama lima tahun terakhir.
“Komunikasi antar pasangan, keluarga, dan sahabat kini tidak lagi dibatasi oleh jarak, " katanya, Sabtu, 14 Februari 2026.
Era digital telah mengubah setiap aspek kehidupan, termasuk cara menemukan, terhubung dengan, dan memelihara hubungan.
Di masa lalu, orang bertemu pasangan mereka melalui pertemuan kebetulan, teman bersama, atau perkenalan keluarga. Saat ini, kencan online telah menjadi cara populer untuk bertemu orang baru, dan media sosial memainkan peran penting dalam proses pacaran dan pernikahan.
Ia menyampaikan pesan instan dan video call menjadi jembatan utama yang menghubungkan mereka dari belahan dunia.
Data BPS Kotim menunjukkan tren menggembirakan dalam penggunaan internet oleh penduduk usia 5 tahun ke atas dari tahun 2021 hingga 2025.
Pada 2021, persentase pengguna internet mencapai sekitar 60 persen, kemudian naik sedikit menjadi 63 persen pada 2022.
Namun, puncak lonjakan terjadi antara 2022 dan 2023, di mana persentase pengguna melonjak signifikan hingga sekitar 74 persen. Tren positif ini berlanjut dengan 75 persen pada 2024 dan mencapai titik tertinggi 78-79 persen pada 2025.
Fenomena ini menunjukkan bahwa internet tidak sekadar menjadi media hiburan atau informasi, melainkan telah menjadi sarana utama menjaga hubungan emosional antarindividu di Kotim.
“Di tengah kesibukan dan jarak fisik, internet memudahkan warga Kotim untuk tetap dekat dengan orang-orang terdekatnya atau yang mereka sayang," kata Eddy Surahman.
Kota kecil yang kaya budaya ini pun semakin terhubung secara digital, membuka peluang dan tantangan baru dalam berbagai aspek kehidupan sosial dan ekonomi.
Dengan tren ini, tidak berlebihan jika digitalisasi di Kotim disebut sebagai era di mana cinta dan hubungan antar manusia semakin erat tanpa dibatasi waktu dan ruang sebuah keajaiban cinta di era digital. (DEVIANA/j)









