BORNEONEWS, Kapuas - Jalur Tahai-Basarang, wilayah Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah hancur lagi. Musim hujan menjadi momok bagi masyarakat Pulang Pisau di wilayah Kecamatan Maliku. Pasalnya, kondisi jalan Desa Tahai Jaya, Pulang Pisau yang menghubungkan Basarang, Kabupaten Kapuas sulit dilalui kendaraan. Pemerintah daerah perlu memperhatikan infrastruktur jalan sampai ke desa-desa.

Kondisi jalan antar kabupaten ini hancur. Sebagian titik kondisinya seperti bubur. Di mana-mana ada kubangan besar, sehingga menyulitkan para pengendara untuk melintas. Khusus kendaraan roda empat banyak yang terjebak dalam kubangan lumpur.

Seperti dialami mobil DA 9158 PI. Ban belakang mobil yang mengangkut kayu halaban ini masuk kubangan lumpur hingga berjam-jam. Mobil ini baru bisa jalan lagi setelah ditarik dengan bantuan mobil yang melintas.

Dalam waktu yang bersamaan juga ada mobil pikap terjebak dalam kubangan jalan berlumpur, sehingga mengakibatkan roda depan rusak. Lantaran tidak ada bantuan, mobil pikap tersebut harus menginap hingga keesokan harinya.

"Rusaknya jalur Tahai-Basarang ini sudah lama, tapi tak pernah diperbaiki Pemkab Kapuas. Kapan ya kita bisa menikmati jalan mulus," ucap Bombana, sopir angkutan penumpang jurusan Tahai Jaya-Palangka Raya, Sabtu (17/12/2016).

Setahu Bombana jalur Tahai-Basarang itu dilakukan pengerasan sewaktu kepemimpinan Bupati Kapuas Mawardi dan sampai sekarang tidak pernah lagi. Dari pantauan Borneonews di jalur Tahai-Basarang ini yang kondisinya sudah mulus mulai perbatasan Desa Tahai Jaya, wilayah Kabupaten Pulang Pisau.

Sedangkan batas Kabupaten Kapuas dari Tahai Jaya-Basarang kondisi jalan rusak berat. Untungnya jalur Tahai-Basarang ini terkadang dibantu oleh perusahaan perkebunan dengan menimbun bace cross, sehingga kerusakan jalan sedikit berkurang. (ROKIM/N).