SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, memastikan penyaluran gas elpiji kepada masyarakat tetap berjalan normal meskipun Polda Kalteng melakukan penyegelan di salah satu Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE).

Kepala DKUKMPP Kotim, Johny Tangkere, menegaskan penyegelan tersebut hanya dilakukan pada sebagian kecil peralatan pengisian dan tidak menghentikan operasional SPBE secara keseluruhan.

“Penyegelan tidak berdampak pada pendistribusian gas elpiji. Hanya dua nozzle yang dipasangi garis polisi, sementara 10 nozzle lainnya tetap beroperasi seperti biasa,” kata Johny di Sampit, Sabtu, 14 Februari 2026.

Penyegelan dilakukan Polda Kalteng di SPBE yang berlokasi di Desa Pelangsian, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, pada Rabu (11/2), terkait proses penyelidikan dugaan penyimpangan pengisian gas elpiji.

Johny menjelaskan, DKUKMPP Kotim turut dilibatkan dalam kegiatan tersebut sebagai tenaga teknis pendamping atas permintaan tim penyidik Ditreskrimsus Subdit I Indag Polda Kalteng, khususnya untuk melakukan pengecekan akurasi alat ukur.

“Kami mendampingi karena diminta secara resmi oleh penyidik. Peran kami hanya pada aspek teknis, yakni pengukuran dan verifikasi menggunakan alat ukur yang sesuai standar nasional,” ujarnya.

Ia menegaskan kewenangan DKUKMPP terbatas pada pemeriksaan teknis, sementara proses hukum sepenuhnya menjadi ranah kepolisian.

Dalam pengecekan tersebut, tim teknis melakukan penimbangan tabung gas berdasarkan ketentuan Batas Deteksi Kritis Tabung (BDKT). Dari satu truk berisi 560 tabung, sebanyak 80 tabung diambil sebagai sampel untuk dilakukan penimbangan mendalam.

“Seluruh data hasil penimbangan sudah kami serahkan kepada pihak kepolisian sebagai bahan tindak lanjut,” jelas Johny.

Ia juga meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat bahwa penyegelan tidak dilakukan terhadap seluruh fasilitas SPBE, melainkan hanya pada nozzle atau alat tertentu yang digunakan untuk pengisian gas.

“Masyarakat tidak perlu panik. SPBE tetap beroperasi. Dari 12 nozzle yang tersedia, hanya dua yang disegel, sedangkan 10 lainnya masih melayani pengisian elpiji,” tegasnya.

DKUKMPP Kotim berharap masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan, karena pasokan dan distribusi elpiji di wilayah Kotawaringin Timur dipastikan aman dan terkendali.