PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) mulai mematangkan persiapan pembukaan kampus baru Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) di wilayah barat Kalimantan Tengah, tepatnya di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), dengan fokus pengembangan pendidikan kedokteran dan kesehatan.

Rektor UMPR, Assoc. Prof. Dr. Muhamad Yusuf, S.Sos., M.AP., menyatakan pendirian kampus baru ini merupakan komitmen UMPR dalam memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kalimantan Tengah.

“Pembukaan kampus Muhammadiyah di Pangkalan Bun ini adalah wujud komitmen kami menghadirkan pendidikan tinggi kesehatan dan sains bertaraf nasional di wilayah barat Kalteng,” ujar Yusuf di Palangka Raya, Sabtu, 14 Februari 2026.

Ia menjelaskan, kampus baru tersebut ditargetkan mulai beroperasi dan menerima mahasiswa pada tahun 2026. Sejumlah program studi strategis telah disiapkan, di antaranya S1 Kedokteran, Profesi Dokter, S1 Kedokteran Gigi, Profesi Dokter Gigi, Teknik Elektromedik, Terapi Wicara dan Bahasa, Okupasi Terapi, Administrasi Rumah Sakit, serta beberapa program studi sains dan teknologi lainnya.

Menurut Yusuf, langkah UMPR ini juga sejalan dengan program unggulan Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran dalam mendorong peningkatan kualitas SDM daerah.

“Kami ingin berkontribusi nyata menyukseskan visi pembangunan SDM Kalimantan Tengah, yang juga sejalan dengan arah pembangunan regional Kalimantan sebagai ‘Kalimantan Harapan Baru Indonesia’,” katanya.

Untuk mempercepat realisasi, jajaran pimpinan UMPR dijadwalkan melakukan audiensi dengan Bupati Kotawaringin Barat pada pekan ketiga Februari 2026 guna membahas dukungan daerah serta tahapan pendirian kampus.

“Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar proses pendirian kampus ini berjalan selaras dengan kebutuhan dan kebijakan pembangunan di Kobar,” ucap Yusuf.

Rencana pembukaan kampus tersebut juga telah dilaporkan kepada Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

“Kami sudah menyampaikan rencana ini kepada Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah dan akan segera memaparkannya bersama PWM Kalteng serta PDM Kotawaringin Barat,” jelasnya.

Yusuf menegaskan, kehadiran kampus Muhammadiyah di Pangkalan Bun merupakan bagian dari ikhtiar pemerataan akses pendidikan tinggi, khususnya di bidang kesehatan dan teknologi, hingga ke wilayah pedalaman.

“Ini adalah komitmen Persyarikatan Muhammadiyah agar masyarakat di daerah tidak perlu jauh-jauh keluar Kalteng untuk mengakses pendidikan tinggi berkualitas,” ujarnya.

UMPR juga menyatakan dukungan terhadap program unggulan Pemprov Kalteng “Satu Rumah Satu Sarjana” yang dinilai sejalan dengan misi peningkatan kualitas pendidikan masyarakat.

“Kami optimistis dengan sinergi ini, cita-cita seluruh warga Kalimantan Tengah berpendidikan sarjana dapat terwujud,” demikian Yusuf.

ANTARA