BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) merealisasikan Program Cetak Sawah Rakyat seluas 21 ribu hektare serta optimasi lahan 6.882 hektare sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pangan dan mengukuhkan Kalteng menuju lumbung pangan nasional.
Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo menyatakan capaian tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung target swasembada pangan nasional yang kini menjadi prioritas pemerintah pusat.
“Kemajuan sektor pertanian adalah kunci utama mewujudkan swasembada pangan. Karena itu, setiap daerah harus menyiapkan cadangan pangan pemerintah daerah,” ujar Edy di Palangka Raya, Sabtu, 14 Februari 2026.
Edy juga menegaskan pentingnya menjaga lahan baku sawah agar tidak dialihfungsikan ke sektor lain yang dapat mengganggu ketahanan pangan. Menurutnya, kepercayaan pemerintah pusat terhadap Kalteng sebagai salah satu wilayah pengembangan lumbung pangan harus dijawab dengan kinerja nyata dan sinergi lintas sektor.
“Kita tidak boleh menyia-nyiakan kepercayaan ini. Kerja keras dan kolaborasi semua pihak menjadi kunci keberhasilan program pangan nasional di Kalteng,” tegasnya.
Untuk menjaga keberlanjutan program, Pemprov Kalteng menyiapkan strategi jangka panjang melalui pendidikan vokasi pertanian gratis bagi generasi muda. Program ini ditujukan mencetak sumber daya manusia pertanian yang modern dan terampil, sekaligus memperkuat peran Brigade Pangan di berbagai wilayah pengembangan.
“Lulusan vokasi ini diharapkan menjadi motor penggerak di lapangan, mempercepat adopsi teknologi, dan memastikan keberlanjutan ketahanan pangan,” jelas Edy.
Ia menambahkan, penguatan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan menjadi fokus utama Gubernur Kalteng Agustiar Sabran dalam mendorong kemandirian pangan daerah.
Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Kalteng Rendy Lesmana menegaskan pihaknya terus melakukan pendampingan intensif kepada petani, mulai dari penyediaan sarana produksi hingga penguatan kapasitas sumber daya manusia.
“Kami juga mendorong fasilitasi sarana pascapanen yang lebih efektif dan efisien, guna meningkatkan kualitas dan kuantitas gabah kering panen bagi kelompok tani dan gapoktan,” tandasnya.
Melalui program Cetak Sawah Rakyat dan penguatan SDM pertanian, Pemprov Kalteng optimistis ketahanan pangan daerah semakin kokoh sekaligus berkontribusi nyata bagi ketahanan pangan nasional.









