PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Menyambut bulan suci, Ma'had Asy Syafi'i Palangka Raya bersama Masjid Ar Rahman mengusung tema “Ramadhan Berkah” (Bersama Raih Karunia dan Magfirah).

Tema tersebut menjadi payung besar berbagai program yang dirancang untuk menghadirkan suasana Ramadhan yang kondusif, nyaman, dan tetap dalam bingkai keilmuan Islam.

Mudir Ma’had Asy Syafi’i Palangka Raya, Herwani Suri, menjelaskan bahwa konsep Ramadhan tahun ini diarahkan untuk menjadikan lingkungan ma’had sebagai pusat aktivitas ibadah dan ilmu. 

“Kami ingin menciptakan suasana yang nyaman dan islami agar Ramadhan bisa diisi secara maksimal, tidak hanya dengan ibadah, tetapi juga dengan penguatan ilmu,” ungkapnya, Minggu, 15 Februari 2026.

Ia menambahkan, seluruh kegiatan disusun agar saling melengkapi dan menjangkau banyak kalangan, mulai dari civitas ma’had, jamaah masjid, hingga masyarakat umum. Dengan pendekatan ini, Ramadhan diharapkan menjadi momentum kebersamaan dan peningkatan kualitas spiritual secara kolektif.

Sejumlah program unggulan pun telah disiapkan, di antaranya Tarhib Ramadhan untuk dewasa, kegiatan menghias lingkungan ma’had, tahsin untuk ikhwan setiap ba’da Zuhur, serta i’tikaf pada 10 hari terakhir Ramadhan. Selain itu, masjid akan dibuka selama 24 jam untuk jamaah yang ingin beri’tikaf.

Tak hanya bagi orang dewasa, kegiatan untuk anak-anak juga menjadi perhatian khusus. Panitia menyiapkan Tarhib Ramadhan for Kids dan Pesantren Kilat for Kids agar generasi muda dapat merasakan semangat Ramadhan dengan pendekatan yang menyenangkan namun tetap sarat nilai edukatif.

Untuk kalangan muslimah, tersedia Kajian Dhuha Muslimah, Bimbingan Membaca Al-Qur’an (BMQ) akhwat, serta Kajian Tafsir surah pilihan. Sementara itu, program Ramadhan Quranic Camp yang konsepnya menyerupai karantina tahfidz diharapkan menjadi wadah intensif bagi peserta yang ingin lebih fokus bersama Al-Qur’an.

Menjelang waktu berbuka, jamaah juga akan diisi dengan Bincang Ilmu sebelum ifthar, yakni kajian singkat yang membahas tema-tema keislaman praktis. Di samping itu, program reguler ma’had dan masjid tetap berjalan hingga 22 Ramadhan, termasuk perkuliahan aktif, sahur bersama, pembagian buku puasa, kultum, dan pelaksanaan tarawih.

Herwani Suri menegaskan bahwa penggerak utama seluruh rangkaian kegiatan ini adalah mahasiswa, alumni, serta jamaah sekitar.

“Kami ingin Ramadhan ini menjadi gerakan bersama. Dengan kolaborasi mahasiswa, alumni, dan masyarakat, insya Allah Ramadhan Berkah benar-benar bisa dirasakan luas,” pungkasnya. (SABRIANOOR/H)