PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) baru-baru ini melakukan inspeksi mendadak di sejumlah toko buah di Kota Palangka Raya, mereka menemukan indikasi bahwa buah anggur yang dijual mengandung formalin. 

Temuan ini menimbulkan kekhawatiran serius, terutama terkait dengan program makanan bergizi gratis (MBG) yang sedang berjalan.

Kepala Bidang Perlindungan Konsumen Disdagperin Kalteng, Maskur, mengungkapkan bahwa hasil pengawasan di lapangan menunjukkan adanya buah anggur yang dicurigai mengandung formalin. 

"Karena (kami menemukan indikasi kandungan formalin tersebut) masih menggunakan alat skrining awal, yang itu tidak bisa dijadikan dasar untuk melakukan penindakan, sehingga kesimpulannya masih berupa indikasi," jelas Maskur, Minggu, 15 Februari 2026.

Maskur menambahkan, untuk memastikan kandungan formalin secara pasti, pihaknya telah mengirimkan sampel anggur tersebut ke laboratorium. Hasil uji laboratorium diperkirakan akan keluar dalam waktu 1-2 pekan.

"Kami harap, setelah kami mendapatkan hasil uji lab, akan kami sampaikan kepada pimpinan biar nanti segera ditindaklanjuti," ujarnya.

Temuan ini menimbulkan kekhawatiran, terutama karena anggur sering menjadi pilihan buah untuk menu MBG.

Formalin adalah bahan kimia berbahaya yang biasa digunakan sebagai pengawet mayat. Jika terkonsumsi, formalin dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari iritasi hingga kerusakan organ dalam.

Pihak Disdagperin Kalteng mengimbau kepada seluruh penyedia makanan bergizi gratis untuk lebih berhati-hati dan teliti dalam memilih anggur sebagai bagian dari menu. 

Masyarakat juga diimbau untuk selalu mencuci bersih buah-buahan sebelum dikonsumsi, serta lebih waspada terhadap ciri-ciri buah yang mencurigakan, seperti warna yang terlalu mengkilap atau tekstur yang terlalu keras. (MARINI/H)