BORNEONEWS, Palangka Raya - Jeruk Mandarin, yang awalnya identik sebagai simbol keberuntungan dan kemakmuran dalam budaya Tionghoa, kini semakin digemari oleh masyarakat lokal non-Tionghoa.
Meskipun kehadirannya sangat terasa saat perayaan Imlek, popularitas buah segar ini terus meningkat di kalangan masyarakat luas, termasuk di Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Tak hanya saat Imlek, kini jeruk Mandarin mudah ditemukan di pasar tradisional, supermarket, hingga toko buah modern sepanjang tahun. Masyarakat lokal semakin menyukai rasa manis segar dan kandungan vitamin C yang tinggi pada jeruk ini.
"Dulu memang identik dengan Imlek, tapi sekarang saya sering beli jeruk Mandarin untuk camilan sehari-hari. Rasanya segar, manis, dan banyak vitaminnya," ujar Laras seorang ibu rumah tangga di Palangka Raya, Minggu, 15 Februari 2026.
Selain rasanya yang enak, jeruk Mandarin juga mudah dikupas dan praktis untuk dibawa sebagai bekal. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang aktif dan membutuhkan camilan sehat yang mudah dikonsumsi.
Salah seorang pedagang buah Palangka Raya, Rahmadi juga mengakui adanya peningkatan permintaan jeruk Mandarin dari masyarakat lokal non-Tionghoa. Mereka bahkan menyediakan stok yang lebih banyak dari biasanya untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat.
"Jeruk Mandarin telah berhasil menembus batasan budaya dan menjadi buah yang digemari oleh semua kalangan. Rasanya yang unik, kandungan gizinya yang tinggi, serta kemudahan untuk dikonsumsi, menjadikan jeruk Mandarin sebagai pilihan buah yang ideal untuk masyarakat modern," pungkasnya. (MARINI/H)









