BORNEONEWS, Sukanara – Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah (KAPD)  Sukamara bekerjasama dengan Balai Bahasa Kalimantan Tengah menggelar Gerakan Literasi Nasional yang diikuti sebanyak 150 siswa se-Kabupaten Sukamara di aula Kantor Bupati Sukamara, Sabtu (17/12). Upaya memasyarakatkan budaya baca di kalangan pelajar,  

Kepala Balai Bahasa Kalimantan Tengah, Hairuddin mengatakan, melalui momen Gerakan Literasi Nasional diharapkan minat baca anak di Kabupaten Sukamara semakin meningkat sesuai apa yang di harapkan oleh semua pihak dalam mencerdaskan generasi penerus di Kabupaten Sukmara.

“Kita datang kemari akan bayak ilmu yang kita sampaikan kepada para pelajar dalam menambah semangat kerja dan semangat belajar para anak didik kita,” kata Hairuddin.

Menurut dia, gerakan ini merupakan cara efektif Balai Bahasa untuk mencapai misi dalam mencerdaskan anak bangsa dengan menumbuhkan semangat dan minat baca disetiap diri pelajar yang ada agar mereka mau membaca.

“Kabupaten Sukamara adalah kabupaten pertama yang melakukan kegiatan ini dan akan berlanjut di kabupaten lain, dan Gerakan Literasi Nasional ini tidak hanya dilakukan oleh Balai Bahasa Kalimantan Tengah saja namun seluruh Balai Bahasa yang ada di Indonesia,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Hairuddin meminta kepada Perpustakaan Daerah, Dinas Pendidikan dan sekolah untuk ikut bersama-sama menyukseskan program tersebut agar memasyarakatkan budaya baca di Kabupaten Sukamara dapat berjalan sukses.

“Kita harapkan agar sekolah mewajibkan siswanya membaca sebelum memulai pelajaran di kelas, untuk itu kita semangati dan kita dorong mereka agar mau meningkatkan diri dengan banyak membaca,”  pinta Hairudin.

Sementara Kepala Seksi Pelayanan Perpustakaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Indah Kurniawati mengatakan bahwa tujuan menanamkan budaya baca kepada anak sejak usia dini sejak sekolah dasar (SD),  sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) oleh KAPD selama ini bisa terbantu dan terus meningkat.

“Sejauh ini minat baca di Kabupaten Sukamara sudah cukup tinggi, namun kita berharap dengan adanya kegiatan ini minat baca anak-anak semakin meningkat.” pungkas Indah Kurniawati.  (NORHASANAH/m)