SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – KONI Kabupaten Kotawaringin Timur menghadapi sejumlah tantangan serius jelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi XIII Kalimantan Tengah. Salah satu kendala utama yang dihadapi hingga kini adalah belum terealisasinya dukungan anggaran dari pemerintah daerah.

"Urusan prestasi tentu kembali ke cabang olahraga masing-masing. Kami di KONI hanya mendorong dan memfasilitasi. Namun sampai sekarang belum ada anggaran yang masuk dari pemerintah daerah," kata Ketua KONI Kotim Alexius Esliter, Minggu, 15 Februari 2026.

Meski demikian, Alexius meminta seluruh cabor di bawah naungan KONI Kotim tetap menjaga semangat latihan. Pasalnya, sebagian besar cabor saat ini masih mengandalkan pembiayaan secara mandiri untuk menjalankan program persiapan.

"Kami berharap para cabor tetap berlatih dan tidak patah semangat, walaupun saat ini banyak yang masih menggunakan dana mandiri," tambahnya.

Lanjutnya, sebagai daerah yang sebelumnya menyandang predikat juara umum Porprov saat menjadi tuan rumah, Kotim kini dihadapkan pada tantangan besar untuk mempertahankan prestasi tersebut di ajang berikutnya.

Diketahui, Porprov XIII Kalteng dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Kotawaringin Barat pada Oktober 2026. Kendati dukungan anggaran belum terealisasi, KONI Kotim memastikan kesiapan untuk tetap ambil bagian dalam pesta olahraga tingkat provinsi tersebut.

"Menyandang status juara umum tentu menjadi tantangan berat. Namun yang pasti, Kotim siap berpartisipasi dalam Porprov," bebernya.

Ia menjelaskan, proses pendaftaran atlet Porprov XIII telah dibuka secara daring melalui sistem yang disiapkan panitia. Pendaftaran berlangsung mulai 2 Februari hingga 10 April 2026, sebelum memasuki tahapan verifikasi faktual pada Juni 2026.

"Hingga saat ini pendaftaran atlet masih berjalan, tetapi progresnya memang masih rendah. Itu kembali lagi tergantung kesiapan masing-masing cabor," katanya.

Alexius menambahkan, KONI Kotim telah menggelar rapat koordinasi bersama seluruh cabor untuk melakukan pendataan atlet potensial. Termasuk melakukan penyaringan terhadap atlet yang sudah tidak memenuhi syarat usia untuk berlaga di Porprov XIII.

"Pendataan ini penting agar kita benar-benar menyiapkan atlet yang sesuai regulasi dan memiliki peluang berprestasi," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/H)