PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Layanan air bersih untuk seluruh wilayah Kota Palangka Raya terhenti totalpada Minggu, 15 Februari 2026.

Direktur Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PERUMDAM) Tirta Bahalap, Budi Harjono, secara resmi mengumumkan kondisi ini yang menyebabkan aliran air ke semua pelanggan terhenti sepenuhnya.

Kondisi darurat ini terjadi akibat kombinasi dua faktor utama. Pertama, posisi air di reservoar hanya mencapai 1,5 meter, yang berada di bawah ambang batas operasional optimal. Kedua, pompa intake mengalami kerusakan serius atau terbakar, sehingga mengurangi kapasitas pasokan sumber air utama.

Dampak langsung dari kondisi tersebut adalah hanya satu pompa yang masih dapat beroperasi. Kapasitas pompa tunggal ini tidak mampu memenuhi kebutuhan distribusi air untuk seluruh kota, yang akhirnya menyebabkan layanan air bersih terhenti secara total kepada semua pelanggan PERUMDAM Tirta Bahalap.

"Dalam menangani masalah ini, kami segera mengambil langkah penanganan. Saat ini tengah berlangsung proses pemasangan pompa cadangan yang diharapkan dapat mengembalikan pasokan air ke kondisi normal. Namun, hingga saat ini estimasi waktu penyelesaian pengerjaan belum dapat dipastikan secara pasti," kata Budi, Minggu, 15 Februari 2026.

PERUMDAM Tirta Bahalap melalui Direktur Budi Harjono mengucapkan permintaan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dialami oleh seluruh masyarakat Palangka Raya. Tim teknis sedang bekerja secara maksimal untuk mempercepat proses perbaikan dan pemasangan peralatan baru.

Untuk informasi perkembangan terkini mengenai pemulihan layanan air, masyarakat dapat menghubungi kontak layanan pelanggan di nomor 0878 8167 0000 atau 0812 4160 0211. Selain itu, pembaruan juga dapat diakses melalui akun resmi media sosial @perumdampalangkaraya yang dikelola oleh Media Center PERUMDAM Tirta Bahalap. (MARINI/H)