BORNEONEWS, Palangka Raya – Kepengurusan Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng resmi dilantik. Pelantikan DAD di bawah Ketua Agustiar Sabran itu berlangsung di Istana Isen Mulang (IIM), Sabtu (17/12/2016) malam.

Ratusan pengurus memenuhi ruangan utama rumah jabatan Gubernur Kalteng tersebut hingga selesainya seluruh rangkaian acara persis tengah malam.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) Yakobus Kumis disaksikan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran selaku Ketua Dewan Kehormatan, melantik Agustiar Sabran sebagai Ketua Umum DAD, Yansen Binti sebagai Sekretaris Umum, dan Hasanuddin Noor sebagai Bendahara Umum.

Di samping struktur pengurus DAD, juga ada struktur di atasnya yang ikut dilantik, antara lain Dewan Kehormatan, Dewan Pertimbangan yang diketuai Lewis KDR, dan Dewan Pakar diketuai Napa J Awat. Sementara di bawah pengurus DAD, terdiri dari Biro-biro. Total ada 17 biro di bawah pengurus harian, sehingga kepengurusan ini cukup gemuk namun komplit.

Sekjen MADN Yakobus mengungkapkan, adanya kelembagaan Dayak akan berfungsi mempersatukan berbagai anak suku Dayak dan berbagai kepentingan adat dalam skala luas. Karena itu kelembagaan adat harus dkuatkan dan diberdayakan demi pembangunan sumber daya masyarakat Dayak menuju kesejahteraan bersama.

“Dayak itu anugerah. Tanpa kelembagaan Dayak, mustahil menyatukan warga Dayak. Karena itu wadah ini harus membuat bersatunya dayak, ketika bersatu maka sulit dikalahkan dan direnggangkan oleh adu domba pihak lain,” tegas dia yang datang mewakili Presiden MADN Cornelis yang juga Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar).

“Pelantikan ini strategis untuk perlihatkan dunia luar, bahwa Dayak satu. Kita minta pemerintah pusat agar memberi pembagian anggaran yang pantas karena sudah lama dilupakan. Padahal sumber daya alam banyak dari tanah kalimantan. Jadi Kalimantan ini kaya, tetapi masyarakatnya masih banyak miskin,” tandas Yakobus yang juga Ketua harian DAD Kalbar ini.

Sementara Gubernur Sugianto Sabran juga mengingatkan agar organisasi DAD mampu mengajak masyarakatnya berlari dalam mengejar kesejahteraan. Ia akan berada di depan untuk membela upya penyejahteraan masyarakat adat, terutama di daerah terpencil yang minim akses.

“Mari hukum adat kita jaga dan kita tegakkan, hutan kita jaga jangan sampai malah dirusak atau diserahkan ke perkebunan besar.Tidak ada lagi waktu untuk tidur, ambil langkah keadilan bagi rakyat Dayak. Mari kita bangun, perangi kemiskinan, perbaiki akses pendidikan di mana masih banyak anak kita susah untuk sekolah, ketika sakit susah berobat ke rumah sakit, akses ekonomi dan seterusnya.Mari kita perangi kemiskinan dan narkoba yang menghancurkan kita,” tegas gubernur.

Sementara Ketua Umum DAD Agustiar Sabran berjanji akan membawa organisasi yang maju dan modern dengan membangun kearifan lokal dalam bingkai NKRI. 

“NKRI harus terus kita rawat dan kita jaga, jangan sampai ada pihak yang merongrong keragaman dan kebhinekaan kita. DAD akan trus memberikan sumbangsih dan karya bagi warga dayak dan sebagai anak bangsa yang mandiri dan berdaya saing dan tidak kalah dengan dunia yang maju dan berteknologi,” kata Agustiar. (ROZIKIN/m))