BORNEONEWS, Muara Teweh - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara (kemenag Barut), menggelar senam bersama dan gerak jalan santai serta pemeriksaan kesehatan gratis oleh Dinas Kesehatan Barito Utara di halaman Kemenag setempat, Minggu (18/12/2016). Ini dalam rangka memperingati Hari Amal Bhakti (HAB) ke-71

Kegiatan yang setiap tahunnya diadakan oleh Kemenag Barito Utara ini diikuti oleh Bupati Barito Utara Nadalsyah, Wakil Bupati Ompie Herby, Kapolres Barito Utara AKBP Roy HM Sihombiong, Kepala Kantir Kemenag Barito Utara Tuaini Ismail, Kepala Dinas Kesehatan Robansyah, Kepala SKPD lainnya dan keluarga besar dari para Kepala Seksi, Kepala KUA, Kepala Madrasah, Guru Madrasah, para penyuluh agama, seluruh pegawai dilingkup Kemenag serta pelajar Madrasah didalam kota Muara Teweh.

Sebelumnya, dilaksanakan senam bersama dilanjutkan jalan santai yang dimulai pada pukul 06.30 Wib ini, start dari depan kantor Kemenag Barito Utara melewati beberapa jalan protokol dan finish kembali di halaman Kemenag Barito Utara. Pelepasan peserta gerak jalan santai ini ditandai dengan pengangkatan bendera start yang dilakukan oleh Bupati Barito Utara Nadalsyah, dan dikawal oleh mobil patroli Satlantas Polres Barut.

Pada kegiatan tersebut panitia HAB menyiapkan door prize. Dengan hadiah utama yaitu dua buah sepeda gunung, mesin cuci, dispenser, kipas angin, dan beberapa hadiah menarik yang dipersembahkan oleh Kakan Kemenag H Tuaini Ismail dan isteri serta sumbangan sponsor lainnya.

Kepala Kemenag Barito Utara, Drs H Tuaini Ismail mengatakan kegiatan ini merupakan rangkaian dalam rangka memperingati HAB ke71 tahun 2017. Tuaini mengemukakan, syukuran dan puncak upacara HAB akan dilaksanakan di halaman Kemenang Barito Utara.

“Pada puncak HAB nanti dilaksanakan upacara dan rencananya dihadiri Bupati Barito Utara sebagai pembina upacara, sekaligus menyampaikan amanat Menteri Agama RI,” katanya.

Tuaini mengatakan, HAB ke-71 Kementerian Agama merupakan momentum terbaik yang mengingatkan bangsa Indonesia tentang posisi strategis pembangunan kehidupan beragama dalam NKRI.

Melalui peran Kementerian Agama, imbuhnya, pembangunan kehidupan berbangsa dan bernegara memiliki dimensi keagamaan, dimensi moral dan dimensi spritual yang harus selalu dijaga. (AGUS SIDIK/m)