BORNEONEWS, Sampit - Memperingati Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) 2016, Bupati Kotawaringin Timur, Supian Hadi mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian sosial dengan membantu sesama. Menurutnya, HKSN harus menjadi momentum untuk memupuk rasa peduli, dan kepekaan terhadap penderitaan manusia.

“Mari kita jadikan peringatan hari kesetiakawanan sosial nasional ini sebagai momentum untuk menambah kepedulian masyarakat Kotawaringin Timur kepada sesama. Khususnya yang mampu membantu yang tidak mampu,” ujar Supian Hadi pada peringatan HKSN dan Lintas Batas Kesetiakawanan Sosial (LBKS), di Borne City Mall Sampit, Sabtu (17/12/2016).

Menurutnya, peringatan HKSN jangan hanya diperingati sebagai hari peringatan biasa, tapi harus menjadi momentum untuk meningkatkan rasa peduli dan peka terhadap sesama manusia. HKSN harus menjadi tonggak dalam memelihara nilai-nilai luhur persatuan dan kesatuan untuk mewujudkan Indonesia yang maju dan sejahtera.

Saat ini bangsa Indonesia masih berhadapan dengan berbagai masalah kesejahteraan sosial seperti, kemiskinan, penyandang disabilitas, gelandangan dan pengemis serta wanita tuna susila. Sementara pemerintah memiliki kemampuan terbatas, sehingga diperlukan peran serta masyarakat secara aktif.

Harapan senada juga dikatakan Direktur Pemberdayaan Komunitas Masyarakat Adat Terpencil Kementerian Sosial RI, Hasbullah. Dia mengajak masyarakat Indonesia khususnya di Kabupaten Kotawaringin Timur untuk peduli terhadap sesama serta menumbuhkan jiwa sosial.

“Banyak masalah social yang terjadi di sekitar kita yang harus kita selesaikan secara bersama. Pemerintah tidak mungkin bisa jalan sendiri, perlu kepedulian masyarakat untuk saling peduli,” katanya.

Berbagai kegiatan sosial yang digelar pada Sabtu (17/12/2016) itu merupakan rangkaian peringatan HKSN 2016 yang nanti puncaknya digelar Kota Palangka Raya pada 20 Desember dan dihadiri Presiden RI Joko Widodo.

Dalam kegiatan tersebut, setiap kota yang disinggahi dilaksanakan kegiatan sosial seperti pemberian nutrisi dan kelengkapan peralatan sekolah, donor darah dan lainnya. Di Sampit, pemerintah daerah juga menyerahkan bantuan berupa akta kelahiran, kaki palsu.  (RAFIUDIN/N).