PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Pulang Pisau – Misteri penemuan mayat pria tanpa identitas di Sungai Mahikei mulai menemui titik terang. Korban diketahui bernama Aging, berusia sekitar 70 tahun, ditemukan dalam kondisi telungkup menggantung di titian jembatan kayu, Senin pagi, 16 Februari 2026.

Kapolres Pulang Pisau AKBP Iqbal Sengaji melalui Kapolsek Kahayan Hilir AKP Ibnu Khaldun mengungkapkan, pihaknya menerima laporan warga sekitar pukul 08.00 WIB.

“Tadi pagi sekitar jam delapan kami dapat informasi dari masyarakat Kelawa bahwa di Handel Mahikei ada ditemukan jenazah dengan posisi tergeletak di titian jembatan. Kami langsung bergerak ke TKP bersama piket Polsek dan Polres untuk melakukan evakuasi,” ujar Ibnu Khaldun.

Jenazah kemudian dibawa ke rumah sakit di Pulang Pisau untuk pemeriksaan awal. Dari hasil identifikasi sementara, korban diketahui bernama Aging. Namun, korban tidak memiliki keluarga yang tinggal di Kelurahan Kalawa.

 “Setelah sampai di rumah sakit, diketahui identitasnya atas nama Bapak Aging. Yang bersangkutan ini tidak punya keluarga di Kalawa. Kami lakukan penelusuran sampai akhirnya tersambung dengan pihak keluarga yang berada di Kota Palangka Raya, ” jelasnya.

Ibnu menambahkan, di lokasi kejadian polisi tidak menemukan kartu identitas korban. Informasi yang beredar di media sosial menyebut korban berasal dari Anjir, namun hal tersebut masih akan dipastikan.

 “Di TKP kami tidak menemukan KTP. Jadi riwayat beliau tinggal di mana, penduduk mana, itu masih kami dalami. Kalau menurut warga Kelawa, beliau dikenal sebagai penjaga kebun, biasanya dipanggil kalau ada yang membutuhkan tenaga,” kata Ibnu. 

Terkait penyebab kematian, polisi belum dapat menyimpulkan apakah korban meninggal akibat terpeleset atau faktor lain. Saat ini pihak kepolisian masih menunggu hasil visum dokter.

 “Untuk penyebab kematian dan apakah ada luka kekerasan, kami masih menunggu keterangan resmi dari dokter rumah sakit. Kesimpulan baru bisa diambil setelah visum dan pemeriksaan saksi-saksi,” tegas Ibnu.

Ke depan, polisi akan melanjutkan penyelidikan dengan memanggil para saksi yang pertama kali menemukan jenazah serta warga sekitar lokasi kejadian.

 “Saat ini fokus kami penanganan jenazah dulu. Setelah keluarga ditemukan, jenazah akan diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan secara layak. Selanjutnya kami tetap lakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematiannya,” pungkasnya. (RETHA/y)