JAKARTA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Palangka Raya, Hap Baperdu, mendorong Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya untuk segera menyelenggarakan Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Bersih, Indah (ASRI) dan kerja bakti di kawasan pemukiman masyarakat pinggir Sungai Kahayan. 

Usulan ini disampaikan mengingat kondisi kawasan tersebut yang memerlukan perhatian khusus terkait sanitasi dan kebersihan lingkungan.

Hap Baperdu menjelaskan bahwa kawasan pemukiman pinggir Sungai Kahayan merupakan salah satu wilayah yang berpotensi mengalami masalah kesehatan akibat kurangnya fasilitas sanitasi yang memadai, dan tumpukan sampah yang tidak terkelola dengan baik. 

Gerakan Indonesia ASRI yang akan digelar diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memperbaiki kondisi permukiman.

"Gerakan Indonesia ASRI bukan hanya tentang membersihkan lingkungan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga keamanan, kesehatan, dan keindahan lingkungan tempat tinggal mereka," ujar Hap Baperdu, Senim, 16 Februari 2026.

Menurutnya, kerja bakti bersama yang melibatkan pemerintah, masyarakat, serta berbagai elemen terkait akan menciptakan sinergi yang kuat dalam mengatasi permasalahan lingkungan di kawasan tersebut.

Rencana kegiatan mencakup pembersihan saluran air, pembuangan sampah yang menumpuk, penataan tempat sampah sementara, serta pembangunan atau perbaikan fasilitas sanitasi seperti toilet umum dan sumur bersih. 

Selain itu, harus dilakukan penyuluhan mengenai pola hidup bersih dan sehat (PHBS), pengelolaan sampah rumah tangga, serta pentingnya menjaga kelestarian ekosistem Sungai Kahayan.

Hap Baperdu juga mengajak seluruh masyarakat yang tinggal di pinggir Sungai Kahayan untuk aktif berpartisipasi dalam kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa perubahan lingkungan yang baik tidak dapat dicapai hanya oleh pemerintah, melainkan perlu dukungan dan kontribusi dari seluruh elemen masyarakat.

"Agar menciptakan kawasan pemukiman pinggir sungai yang lebih layak huni, sehat, dan indah," pungkasnya. (MARINI/Y)