BORNEONEWS, Buntok - Harga ayam potong dan bawang merah mengalami kenaikan cukup signifikan beberapa pekan terakhir. Harga ayam potong kini sudah mencapai Rp 43.000  per kilogram. Sedangkan bawang merah mencapai harga Rp50.000 per kilogram.

Kenaikan bahan makan dan rempah rempah tersebut bisa jadi ada kaitannya dengan Bulan Maulid dan menjelang perayaan Natal serta Tahun Baru Ddari kedua bahan tersebut  tidak jarang untuk masuk menjadi hitungan sebagai pelengkap sajian pada peringatan Maulid atau perayaan Natal.

Informasi yang dihimpun Borneonews menyebutkan, setiap hari dalam sepakan harga ayam potong dan bawang merah mengalami kenaikan, bahkan mencapai Rp10 .000 dalam setiap kilogramnya.

"Di hari-hari sebelumnya, biasanya  ayam potong ini kami jual hanya berkisar sekitar pada harga Rp 30.000-Rp35.000 per kilogram," ujar Siti Husna, 37, pedagang ayam potong di Pasar Saik Beringin Buntok kepada Borneonews, Minggu (18/12/2016).

Namun apa mau dikata, lanjut Siti, kalau akhir-akhir ini harga jual enceran ayam potong nya terpaksa harus dinaikan. Karena mereka menyesuaikan harga beli dari para peternak yang juga menaikkan harga jual.

Terlebih lagi terang dia, ayam tersebut berasal dari luar daerah. Itu pun terbilang langka dan terbatas, sebab pihaknya harus membayar terlebih dahulu sebelum ayam tersebut di kirim ke Buntok.

"Makanya harga jual ayam potong  sekarang bisa mencapai Rp 43.000 per kilogram. Karena susah untuk mendapatkannya," ibuh Siti beriring senyum.

Sementara Mujiburrahman, 50, seorang pedagang rempah-rempah di kawasan yang sama menuturkan bahwa harga bawang merah saat ini turut mengalami kenaikan dari harga sebelum masuknya musim Natal.

"Kalau bawang merah yang belum dibersihkan, harganya Rp44.000 per kilogram. Tapi jika para pembeli menginginkan bawang merah tersebut sudah bersih dikupas dan siap pakai, harganya Rp50.000 per kilogram," demikian  Mujiburaman. (LAILY MANSYUR/m)