SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, kenaikan harga tidak hanya terjadi pada bahan dapur, namun ayam potong di Pasar Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit juga terus merangkak naik dalam beberapa hari terakhir. Lonjakan harga ini dikarenakan terbatasnya stok ayam di tingkat peternak.

“Sekarang Rp41.000 sampai Rp43.000 per kilogram untuk eceran kotor. Kalau bersih beda lagi bisa sampai Rp45. 000, " kata Alan salah satu pedagang ayam di PPM, Senin, 16 Februari 2026.

Sebelumnya, harga ayam potong di pasaran mulai dari Rp38. 000, kemudian naik menjadi Rp40. 000 dan sampai Rp45. 000 saat ini. 

Menurutnya, kenaikan harga itu dipicu oleh meningkatnya permintaan menjelang Ramadan dan ditambah lagi program Makan Bergizi (MBG), sementara stok ayam di kandang belum siap panen.

“Ini memang ada kenaikan, mungkin karena pengaruh mau puasa dan program MBG. Stok terbatas, sementara permintaan datang mendadak. Ayam di kandang belum siap, makanya harga mulai naik,” jelasnya.

Terkait kesiapan stok menjelang Ramadan, Alan mengakui kondisi saat ini belum sepenuhnya mencukupi. Meski demikian, ia optimistis peternak akan menyesuaikan produksi. 

“Kalau untuk stok Ramadan beberapa hari lagi, ya belum cukup. Tapi kan umur ayam beda-beda. Mungkin ada tambahan dari kandang. Kami di sini cuma ikut arus saja. Kalau stok ada ya jualan, kalau tidak ada ya libur," terangnya. 

Alan juga memprediksi harga ayam selama Ramadan masih berpotensi fluktuasi. Kenaikan harga dapat terjadi, namun tidak menutup kemungkinan harga juga akan turun, bergantung pada permintaan.

“Kemungkinan ada kenaikan lagi, tapi bisa juga tidak. Kalau MBG istirahat, otomatis permintaan berkurang, mungkin harga turun. Biasanya sebelum ada MBG, puasa itu naik, lalu turun di pertengahan, nanti menjelang akhir naik lagi,” pungkasnya.

Dengan dinamika harga ini, masyarakat diharapkan dapat lebih bijak dalam mengatur kebutuhan selama Ramadan, sementara pemerintah dan pelaku usaha peternakan terus berupaya menjaga ketersediaan stok agar pasokan tetap lancar dan harga terkendali. (DEVIANA/y)