BORNEONEWS, Muara Teweh – Sial menimpa Haderan, warga Kelurahan Jingah Kecamatan Teweh Baru yang berniat ingin melaksanakan salat magrib di masjid AD’Darrunafis, mobil jenis Cerry dengan Nopol KH 2788 E yang dibawanya terbakar.
Informasi yang dihimpun di sekitar lokasi kejadian, api tersebut diduga berasal dari konsleting dan musibah tersebut terjadi sesaat menjelang waktu salat Magrib atau sekitar pukul 17.20 WIB.
“Kejadian itu sewaktu Magrib, waktu itu kami sekeluarga berada di dalam rumah, lalu terkejut dengan suara ada kebakaran,” kata Ian, salah seorang warga Jingah yang rumah dan kiosnya tepat berhadapan dengan lokasi terbakarnya mobil tersebut, Minggu (18/12/2016).
Api dipadamkan oleh masyarakat bekerjasama dengan petugas pemadam kebakaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barito Utara, sekitar kurang lebih 30 menit.
“Informasinya api pertama kali terlihat sewaktu mobil diparkir dengan posisi dalam keadaan mati, di seberang jalan dekat rumah warga yang bersebelahan dengan SPBU. Kemudian oleh pemiliknya dibawa menjauh beberapa meter ke seberang jalan atau ke depan masjid AD’Darrunafis, dimana lokasi pada saat itu sedang kosong, dan setelah itu api kemudian membesar hingga menghanguskan mobil itu,” ujarnya seraya mengatakan, bahwa pemilik mobil sebelum api membesar sudah sempat keluar dari mobil (RAMADANI/*)








