KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS,  Banjarmasin - Sebanyak 16 remaja diamankan jajaran Polsek Banjarmasin Selatan. Hal ini lantaran adanya indikasi dugaan tawuran di wilayah tersebut.

Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Selatan, AKP Joko Sulistyo Sriyono menyebutkan bahwa pihak polisi menerima informasi adanya pergerakan sekelompok remaja yang dicurigai akan terlibat tawuran. Para remaja tersebut kemudian dibawa ke Mapolsek Banjarmasin Selatan untuk menjalani pemeriksaan dan pendataan lebih lanjut.

''Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sejumlah senjata tajam yang diduga akan digunakan dalam aksi bentrok," ungkapnya, Selasa, 17 Februari 2026.

Fakta ini memperkuat dugaan bahwa tawuran tersebut telah dipersiapkan. Polisi bergerak cepat untuk mencegah potensi korban luka maupun kerugian di tengah masyarakat.

Barang bukti yang diamankan terbilang mencengangkan. Polisi menyita empat bilah parang, dua bilah celurit, salah satunya bergagang panjang serta satu bilah keris lengkap dengan kumpangnya. Tak hanya itu, satu bilah samurai dan satu bilah besi tajam bergagang panjang juga turut diamankan.

Mayoritas remaja yang terjaring masih berstatus pelajar, dengan usia berkisar antara 14 hingga 21 tahun. Mereka berasal dari berbagai kawasan di Banjarmasin dan sekitarnya. Hingga kini, penyidik masih mendalami asal-usul senjata tajam tersebut serta kemungkinan adanya provokator di balik rencana tawuran.

Sebagai langkah pembinaan, pihak kepolisian memanggil orang tua atau wali masing-masing remaja. Suasana haru dan tegang pun mewarnai pertemuan di Mapolsek saat para orang tua mengetahui anak-anak mereka terlibat dalam dugaan aksi kekerasan tersebut.

Di hadapan petugas, para remaja bersama orang tua diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya. Polisi menegaskan pendekatan persuasif dan pembinaan menjadi prioritas, mengingat para pelaku masih berusia muda dan memiliki masa depan panjang. (SABRIANOOR/j)