PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalimantan Tengah menyelenggarakan Training of Trainers (TOT) Pelatihan Penggunaan Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK) pada awal 2026. Kegiatan ini bertujuan mencetak trainer dan pendamping yang mampu memperkuat tata kelola keuangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kalimantan Tengah.

Pelatihan tersebut menjadi langkah strategis BI Kalteng dalam meningkatkan literasi keuangan serta kualitas pencatatan dan pelaporan usaha, khususnya bagi UMKM dan lembaga berbasis komunitas.

TOT SIAPIK merupakan hasil kolaborasi antara Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Universitas Islam Negeri (UIN) Palangka Raya melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), serta Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Provinsi Kalimantan Tengah. Program ini difokuskan pada penguatan pencatatan keuangan UMKM dan klaster usaha di sektor pertanian, perikanan, dan peternakan yang menjadi penopang ekonomi daerah.

Sejumlah pemangku kepentingan turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga UIN Palangka Raya Dr. Muhammad Nasir, Dekan FEBI Dr. Tri Hidayati, Sekretaris Umum MES Kalteng H. Heru Hidayat, serta Wakil Ketua MUI Provinsi Kalimantan Tengah H. Abdul Wahid Aha. Hadir pula perwakilan Kementerian Agama RI Provinsi Kalimantan Tengah dan stakeholder daerah lainnya.

Materi pelatihan disampaikan oleh narasumber dari Departemen Ekonomi dan Keuangan Inklusif Bank Indonesia, Akhmad Jaeroni. Ia memaparkan SIAPIK sebagai aplikasi pencatatan keuangan yang sederhana, terstandar, dan mudah digunakan oleh pelaku UMKM.

Pelatihan dirancang secara aplikatif melalui praktik langsung, sehingga peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengimplementasikan penggunaan SIAPIK secara efektif dalam pendampingan usaha.

Sebanyak 50 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri dari 28 perwakilan MES kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah dan 22 dosen FEBI UIN Palangka Raya. Para peserta dipersiapkan menjadi trainer yang akan mendiseminasikan penggunaan SIAPIK kepada UMKM dan klaster binaan Bank Indonesia.

Selain pelatihan teknis, BI Kalteng juga menyosialisasikan program Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah sebagai bagian dari penguatan literasi keuangan nasional.

“Melalui TOT SIAPIK 2026 ini, diharapkan tercipta ekosistem pencatatan keuangan UMKM yang lebih tertib dan profesional, sehingga mampu meningkatkan kredibilitas usaha, memperluas akses pembiayaan formal, serta mendorong penguatan ekonomi umat dan sektor riil Kalimantan Tengah secara berkelanjutan,” kata Akhmad Jaeroni. (MARINI/j)