BORNEONEWS, Palangka Raya – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya, Riduan, mengimbau UPTD Puskesmas Bukit Hindu untuk memprioritaskan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada masyarakat selama bulan Ramadan.
Imbauan tersebut disampaikan mengingat perubahan pola hidup masyarakat selama menjalankan ibadah puasa berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan jika tidak diimbangi dengan perilaku hidup sehat.
“Ramadan menjadi momentum penting untuk memperkuat edukasi PHBS. Masyarakat perlu dibekali pemahaman agar tetap menjaga kebersihan diri, makanan, dan lingkungan meski dalam kondisi berpuasa,” ujar Riduan, Selasa, 17 Februari 2026.
Riduan menjelaskan, materi edukasi PHBS selama Ramadan akan difokuskan pada sejumlah aspek penting. Di antaranya penyimpanan makanan yang aman saat berbuka dan sahur, kebiasaan mencuci tangan dengan benar sebelum makan dan setelah beraktivitas, serta menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah penularan penyakit.
Selain itu, masyarakat juga akan diberikan panduan mengenai pola makan seimbang saat sahur dan berbuka guna menjaga daya tahan tubuh selama berpuasa.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Bukit Hindu, Hellyana, menyatakan kesiapan pihaknya menindaklanjuti imbauan dari Dinkes Kota Palangka Raya. Puskesmas Bukit Hindu telah menyusun sejumlah program edukasi yang akan dilaksanakan secara berkala selama Ramadan.
“Kegiatan edukasi akan dilakukan melalui penyuluhan langsung di puskesmas, kunjungan ke wilayah kerja, serta kerja sama dengan tokoh masyarakat dan lembaga keagamaan,” jelas Hellyana.
Untuk mendukung kegiatan tersebut, Puskesmas Bukit Hindu juga akan menyiapkan materi edukasi dalam bentuk brosur dan leaflet yang mudah dipahami masyarakat. Selain itu, tenaga kesehatan akan dibekali kemampuan komunikasi agar penyampaian informasi lebih efektif dan responsif terhadap pertanyaan warga.
Hellyana berharap, melalui edukasi PHBS yang dilakukan secara konsisten, berbagai penyakit yang kerap muncul selama Ramadan, seperti diare, gangguan pencernaan, dan dehidrasi, dapat ditekan secara signifikan. (MARINI/j)









