BORNEONEWS, Pangkalan Bun -- Bermaksud membeli kebutuhan untuk sunatan putranya, Hikmah warga RT 04, Kelurahan Mendawai Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) dijambret di Jalan Pangeran Antasari, depan Masjid Sirajul Muhtadin, Kelurahan Baru, sekitar pukul 11.30 WIB.
Hikmah yang saat itu menggunakan kendaraan Honda Beat berwarna biru bersama adiknya harus merelakan uangnya sebesar Rp1,6 juta, telepon seluler, KTP, ATM BRI dan ATM Mandiri yang berada dalam dompet berwarna biru miliknya.
Menurut adik korban Evi, saat itu sekitar pukul 11.30 WIB ia dan kakaknya (Hikmah) yang baru saja mengambil uang dari ATM Mandiri jalan A.Yani bermaksud membeli kebutuhan untuk sunatan putranya di pasar Indra Sari, Kelurahan Baru. Namun, sebelum itu mereka mampir ke rumah keluarganya di Bamban, Kelurahan Sidorejo.
Setelah itu, mereka menuju pasar Indra Sari melewati jalan Pangeran Antasari, namun setibanya di depan Masjid Sirajul Muhtadin, tepat di samping Pasar Indra Sari, ada kendaraan yang memepet mereka dan menarik dompet yang berada di pangkuan Hikmah. Awalnya Hikmah menduga bahwa pengendara yang menggunakan kendaraan jenis Supra tanpa plat nomor dengan perawakan agak gemuk adalah temannya, namun setelah dilihat wajahnya karena kaca helmnya tidak tertutup, Hikmah baru sadar bahwa ia tidak mengenal orang itu dan bermaksud merampas dompetnya.
Sempat terjadi tarik menarik, namun kekuatan pria bertubuh gempal berusia sekitar 40 tahun itu lebih kuat hingga akhirnya dompet berukuran besar berbahan kain jeans itu lepas dari tangannya.
"Awalnya kami kira orang itu teman kakak saya tetapi saat kami lihat wajahnya engga kami kenal. Spontan kakak berusaha menarik, tapi orang itu lebih dan takut jatuh karena kendaraan masih jalan dan akhirnya terlepas," papar Evi, Minggu (18/12/2016).
Hikmah dan Evi sempat meneriaki jambret kepada pria itu walau kondisi lalu lintas padat dan banyak pengendara lain tetapi tidak ada yang berupaya mengejar pria itu. Hanya ada salah satu anggota TNI dari Kodim 1014/ PBN setelah mengetahui ada jambret segera melakukan pengejaran, namun rupanya kendaraan jambret itu lebih cepat, anggota TNI itu kehilangan jejak ketika sampai di Misbar depan kantor Kelurahan Baru.
" Padahal saat itu banyak orang, kendaraan lalu lalang tetapi engga ada yang berusaha mengejar, hanya satu anggota Kodim aja tetapi kehilangan jejak," kata Evi kesal.
Setelah dapat menenangkan diri dan mengantar kakaknya pulang, Evi melaporkan kasus penjambretan yang dialaminya ke SPK Polres Kobar, namun sesampainya di sana hanya ada satu anggota yang mengatakan bahwa silahkan nunggu karena petugas piket masih melakukan salat .
" Sampai di sana engga ada orang, hanya ada satu dan dia bukan bagiannya mungkin karena saya disuruh menunggu. Namun karena lama saya akhirnya pulang. Seharusnya pos SPK tidak boleh kosong, sewaktu-waktu ada kejadian bisa segera langsung disikapi," keluh Evi.
Untuk diketahui, aksi jambret di Kabupaten Kotawaringin Barat juga sudah memakan banyak korban, bahkan ketua RT 04, Raja Seberang, Herlina mengalami penjambretan dua kali di tempat yang sama dalam waktu yang berbeda. Tepatnya di jalan Sutan Syahrir, depan Disdukcapil Kabupaten Kotawaringin Barat beberapa waktu yang lalu.
Sementara itu, informasi terbaru penjambretan juga menimpa salah seorang ibu di kompleks Korindo hari ini. Menurut Sumber Borneonews korban warga Kelurahan Mendawai dijambret perhiasan kalung emasnya pada Minggu (18/12/2016) tadi pagi oleh pengendara kendaraan bermotor roda dua. (KOKO SULISTYO/*)








