BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemantauan rukyatul hilal di wilayah Kalimantan Tengah dipusatkan di menara Masjid Darussalam Palangka Raya pada Selasa, 17 Februari 2026, sebagai bagian dari 96 titik pemantauan di seluruh Indonesia.
Kegiatan tersebut dipimpin Kepala Kanwil Kemenag Kalteng, H. Muhammad Yusi Abdhian, yang menyampaikan bahwa hasil pemantauan akan menjadi bahan laporan ke Kementerian Agama di Jakarta.
“Yang kita laksanakan ini akan menjadi bahan kita untuk laporan ke Kemenag di Jakarta. Selanjutnya ini juga sebagai pertimbangan untuk sidang isbat yang akan dilaksanakan malam hari nanti yang akan dipimpin Menag Nazaruddin,” kata KH. Muhammad Yusi Abdhian di Palangka Raya, Selasa, 17 Februari 2026.
Ia menyampaikan, malam ini pemerintah akan memastikan kapan Ramadan berdasarkan keputusan resmi Pemerintah RI, dan hasil pemantauan rukyatul hilal dari daerah turut disampaikan sebagai bagian dari proses tersebut.
Berdasarkan data hisab, posisi hilal pada 17 Februari 2026 secara keseluruhan di Indonesia masih berada di bawah ufuk atau minus, serta sangat jauh dari terpenuhinya kriteria tinggi minimal 3 derajat.
Sedangkan di Palangka Raya, prakiraan posisi hilal hari ini masih sekitar minus 1 derajat, sedangkan pada 18 Februari ketinggian hilal diperkirakan 7–10 derajat.
“Disimpulkan bahwa posisi hilal masih di bawah ufuk tidak memenuhi kriteria dan ketiadaan laporan melihat hilal karena mendung dan tertutup awan,” ujarnya.
Adapun kegiatan pemantauan rukyatul hilal dilaksanakan bersama dengan beberapa organisasi keagamaan mulai dari Nahdatul Ulama sampai Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). (HERMAWAN DP/j)









