NANGA BULIK –

BORNEONEWS, Nanga Bulik – Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Lamandau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan yang mencatut namanya dan beredar melalui nomor telepon tidak resmi.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul maraknya laporan penipuan yang menggunakan identitas Bupati Lamandau, terutama melalui pesan WhatsApp dari nomor asing. Dalam salah satu tangkapan layar yang beredar, pelaku mengaku sebagai “Risky Mahodenk” dengan menggunakan nomor +62 815-4568-2745.

Bupati Rizky menegaskan bahwa nomor tersebut bukan nomor miliknya dan tidak pernah digunakan untuk keperluan komunikasi resmi maupun pribadi, terlebih untuk meminta sesuatu kepada masyarakat.

“Saya mengimbau seluruh masyarakat Lamandau agar berhati-hati dan tidak mudah percaya apabila menerima pesan atau panggilan yang mengatasnamakan saya dari nomor yang tidak dikenal,” tegas Rizky, Selasa, 17 Februari 2026.

Ia menjelaskan, modus penipuan dengan pencatutan nama pejabat daerah umumnya bertujuan mencari keuntungan pribadi, mulai dari permintaan sumbangan fiktif, penggalian data pribadi, hingga janji-janji palsu terkait program atau proyek pemerintah.

“Saya tidak pernah meminta sumbangan, data pribadi, atau menjanjikan proyek apa pun melalui pesan pribadi, apalagi lewat WhatsApp,” ujarnya.

Untuk mencegah jatuhnya korban, Bupati Rizky meminta masyarakat selalu melakukan verifikasi melalui saluran resmi Pemerintah Kabupaten Lamandau atau langsung ke kantor bupati jika menerima pesan atau panggilan yang mencurigakan.

“Jika ragu, silakan konfirmasi melalui jalur resmi pemerintah daerah. Jangan mudah tergiur janji manis dan jangan memberikan informasi pribadi kepada pihak yang tidak dikenal,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Lamandau, lanjut Rizky, berkomitmen menindaklanjuti setiap laporan penipuan serta terus melakukan pengawasan demi menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat. (NATALIA KRISTIN/J)