SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Rimbun menegaskan bulan suci Ramadan tidak semestinya dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk meraup keuntungan berlebihan yang berujung pada lonjakan harga kebutuhan pokok dan keresahan di masyarakat.

"Ramadan jangan dijadikan momentum mencari keuntungan berlebihan. Pemerintah harus tegas dan hadir di tengah masyarakat," ujar Rimbun, Rabu, 18 Februari 2026.

Ia menilai, potensi kenaikan harga bahan pokok yang kerap terjadi setiap Ramadhan harus diantisipasi sejak dini. Pemerintah daerah diminta bergerak cepat dengan langkah konkret agar stabilitas harga dan ketertiban umum tetap terjaga.

Menurutnya, komoditas utama seperti beras, gula, minyak goreng, hingga daging harus menjadi fokus pengawasan. Dinas terkait diharapkan rutin melakukan pemantauan langsung ke pasar tradisional, gudang distributor, hingga jalur distribusi untuk memastikan pasokan aman dan tidak terjadi praktik penimbunan.

Selain itu, Rimbun mendorong pelaksanaan operasi pasar dan pasar murah secara merata, tidak hanya di wilayah perkotaan tetapi juga menjangkau daerah pelosok. Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelompok ekonomi menengah ke bawah.

Di sisi lain, ia juga menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban selama Ramadhan. Patroli rutin aparat, terutama pada malam hari saat salat tarawih hingga menjelang sahur, dinilai efektif menciptakan rasa aman bagi masyarakat.

"Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan. Pemerintah, DPRD, aparat keamanan, dan masyarakat harus bersinergi agar suasana tetap kondusif, harga kebutuhan pokok stabil, dan warga dapat menjalankan ibadah dengan tenang," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/H)