BORNEONEWS, Palangka Raya - Perwakilan Pemerintah Kabupaten Barito Utara menilai rapat pleno penyusunan program kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah atau TPAKD Wilayah Timur bersama Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Kalteng menjadi momentum evaluasi pelaksanaan program sekaligus merumuskan strategi baru untuk tahun 2026.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Barito Utara, Barhum Poderlin Girsang, mengatakan forum tersebut tidak hanya bersifat administratif, tetapi menjadi ruang menyatukan arah kebijakan antara pemerintah daerah dan industri jasa keuangan.
"Langkah strategis perlu dirancang agar program benar-benar menyesuaikan kebutuhan serta potensi ekonomi daerah, termasuk sektor usaha masyarakat yang masih sulit memperoleh layanan keuangan formal," kata Barhum dalam rilis OJK Kalteng pada Rabu, 18 Februari 2026.
Ia berharap dari pertemuan itu lahir kesepakatan yang konkret dan aplikatif sehingga percepatan akses keuangan dapat berjalan inklusif dan berkeadilan di seluruh wilayah.
“TPAKD diharapkan mampu menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan,” ujarnya lagi.
Usai pemaparan, rapat pleno dilanjutkan diskusi interaktif seluruh peserta Wilayah Timur untuk membahas isu strategis dan berbagai tantangan dalam penyusunan program kerja TPAKD 2026, mulai dari literasi keuangan hingga perluasan layanan ke daerah terpencil. (TESTI PRISCILLA/H)









