PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disparbudpora) Kota Palangka Raya, Iin Hendrayati Idris, mengungkapkan bahwa destinasi wisata Pulau Kaja menjadi tempat ideal bagi wisatawan untuk menyaksikan kehidupan alami orangutan di habitat aslinya.

Lokasi ini menyajikan pengalaman unik untuk melihat satwa endemik Kalimantan ini dalam aktivitas sehari-harinya, dengan tetap memperhatikan keselamatan dan kelangsungan hidup mereka.

Iin Hendrayati Idris menjelaskan bahwa di Pulau Kaja, wisatawan memiliki kesempatan untuk menyaksikan kawanan orang utan bergelantungan di antara pepohonan yang rimbun, mencari makan berbagai jenis buah dan tumbuhan, serta berinteraksi dengan lingkungan alam sekitar mereka.

Keindahan alam yang masih terjaga dan kondisi habitat yang cocok membuat pulau ini menjadi rumah bagi sekelompok orangutan yang dapat diamati secara langsung.

Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan bahwa untuk menjaga kelangsungan hidup satwa ini, terdapat peraturan yang ketat yang harus dipatuhi oleh seluruh pengunjung. Wisatawan tidak diperkenankan untuk menginjakkan kaki langsung di Pulau Kaja maupun memberikan makanan apapun kepada orang utan.

Hal ini bertujuan untuk menghindari gangguan terhadap pola hidup alami satwa serta mencegah penyebaran penyakit dari manusia ke orangutan.

"Kami menetapkan jarak aman sekitar 10 hingga 15 meter dari tepi pulau untuk mengamati orang utan. Jarak ini cukup untuk melihat aktivitas mereka dengan jelas sekaligus memberikan ruang yang nyaman bagi satwa untuk menjalani kehidupan mereka tanpa tekanan dari keberadaan manusia," ujar Iin Hendrayati Idris, Rabu, 18 Februari 2026.

Ia juga menambahkan bahwa petugas pemandu wisata akan selalu mengawal setiap kunjungan untuk memastikan peraturan tersebut diterapkan dengan baik.

Selain menjaga kelestarian orangutan, peraturan yang diterapkan juga bertujuan untuk melindungi wisatawan dari risiko yang mungkin terjadi akibat berinteraksi langsung dengan hewan liar.

Orang utan sebagai hewan yang kuat dan memiliki perilaku yang tidak dapat diprediksi sepenuhnya membutuhkan jarak yang cukup untuk menjamin keamanan kedua belah pihak.

Iin Hendrayati Idris berharap bahwa dengan pengelolaan yang baik dan kesadaran bersama dari wisatawan, Pulau Kaja dapat terus menjadi destinasi wisata yang edukatif dan berkelanjutan.

"Kami mengajak masyarakat dan wisatawan untuk mendukung upaya pelestarian orangutan dengan mematuhi semua peraturan yang ada, sehingga generasi mendatang juga dapat menikmati keindahan dan keunikan satwa khas Kalimantan ini," pungkasnya. (PATHUR/H)