PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Memasuki bulan suci Ramadan 1447 H, suasana tertib dan religius menjadi prioritas utama di Kota Cantik.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Palangka Raya, Berlianto, menegaskan bahwa pihaknya akan memperketat pengawasan terhadap seluruh operasional rumah makan, kafe, hingga tempat hiburan malam.

Langkah ini diambil guna memastikan seluruh pelaku usaha mematuhi aturan main yang telah ditetapkan demi menjaga toleransi dan kenyamanan ibadah umat Muslim.

"Dasar pergerakan personel penegak perda ini merujuk langsung pada Surat Edaran Wali Kota Nomor 500.13/0165/DPKKO-Par/I/2026," katanya, Rabu, 18 Februati 2026.

Berlianto menyatakan bahwa aturan tersebut bukan bermaksud mematikan ekonomi, melainkan mengatur ritme aktivitas kota agar selaras dengan nilai-nilai religiusitas selama bulan puasa.

Ia mengimbau para pengusaha untuk segera menyesuaikan jam operasional sesuai dengan poin-poin yang tertuang dalam edaran tersebut.

Dalam pengawasannya, Satpol PP akan melakukan patroli rutin secara persuasif namun tegas ke berbagai titik keramaian.

Untuk usaha kuliner seperti rumah makan dan kafe, ditekankan pentingnya penggunaan tirai atau penutup selama siang hari sebagai bentuk penghormatan bagi warga yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Sementara itu, untuk sektor hiburan umum, pembatasan ketat akan diberlakukan guna menghindari potensi gangguan ketertiban masyarakat.

Berlianto juga menambahkan bahwa pihaknya tidak segan-segan memberikan teguran hingga sanksi administratif bagi pengelola yang kedapatan membandel.

Pengawasan ini dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan unsur TNI/Polri serta instansi terkait lainnya.

"Kami ingin memastikan bahwa marwah bulan Ramadan tetap terjaga, dan masyarakat dapat beribadah dengan tenang tanpa adanya gangguan kebisingan atau aktivitas yang tidak semestinya," tegasnya.

Selain menyasar tempat hiburan, fokus pengawasan juga akan diarahkan pada lokasi-lokasi yang rawan dijadikan tempat berkumpulnya massa atau aksi balap liar yang kerap marak saat menjelang berbuka maupun subuh.

Satpol PP berharap peran aktif masyarakat untuk ikut serta melaporkan jika menemukan adanya pelanggaran di lapangan. Sinergi antara pemerintah dan warga menjadi kunci utama terciptanya kondusivitas kota selama satu bulan penuh. (HENDRI/H)