PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Penyaluran zakat oleh H. Abdul Rasyid AS beserta keluarga tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan periode sebelumnya. Ketua BAZNAS Kabupaten Kotawaringin Barat, Muhammad Ramlan, S.Sos, menyebut lonjakan ini berdampak langsung pada perluasan jangkauan penerima manfaat di berbagai wilayah Kalimantan Tengah.

Tahun ini, zakat yang disalurkan berupa 625 ton beras dan 125 ribu liter minyak goreng, dengan total nilai kurang lebih Rp12 miliar untuk zakat harta. Bantuan tersebut diproyeksikan menjangkau sekitar 62.500 keluarga di 13 kabupaten dan 1 kota di Kalimantan Tengah.

Menurut Ramlan, zakat tersebut akan didistribusikan melalui jalur paling dekat dengan masyarakat agar tepat sasaran. “Penyalurannya melalui desa dan kelurahan, RT, serta berbagai lembaga kemasyarakatan yang terpercaya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pola distribusi ini dipilih untuk memastikan bantuan benar-benar diterima oleh mereka yang berhak, seperti lansia, masyarakat kurang mampu, serta anak-anak di panti asuhan.

Selain memperluas jangkauan, kolaborasi ini juga dinilai memperkuat sistem penyaluran zakat yang transparan dan terkoordinasi. Untuk memastikan hal tersebut, penyaluran dilakukan dengan bersinergi bersama BAZNAS dan YAKESMA.

Sementara itu, H. Abdul Rasyid AS menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian seorang pengusaha daerah yang juga merupakan putra daerah.

“Ini adalah wujud kepedulian kami sebagai bagian dari daerah ini. Kami ingin terus berkontribusi bagi masyarakat melalui aksi sosial yang bermanfaat,” ujarnya.

Ia berharap zakat yang disalurkan dapat benar-benar diterima oleh mereka yang membutuhkan.
“Semoga zakat ini dapat disalurkan dengan benar dan tepat sasaran,” tambahnya.

Ramlan pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada H. Abdul Rasyid AS dan keluarga atas konsistensi dalam mendukung gerakan zakat di daerah.

Dengan meningkatnya jumlah zakat tahun ini, BAZNAS berharap dampak sosial yang dirasakan masyarakat juga semakin luas, sekaligus memperkuat peran zakat sebagai solusi berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah. (SITI AKOBAH/j)