PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi mencegah penyebaran narkoba di wilayah Kalimantan Tengah. Ajakan tersebut disampaikan menyusul keberhasilan Polda Kalteng mengungkap kasus peredaran narkotika skala besar di Kabupaten Lamandau.

Pengungkapan kasus tersebut terjadi pada 10 Februari 2026, dengan barang bukti yang diamankan berupa 35,1 kilogram sabu dan 15.016 butir pil ekstasi, yang dinilai berpotensi merusak puluhan hingga ratusan ribu masyarakat jika lolos beredar.

Menurut Kapolda, upaya pemberantasan narkoba tidak dapat dibebankan kepada kepolisian semata, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh komponen masyarakat.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan kolaborasi yang erat antara kepolisian, pemerintah daerah, institusi pendidikan, serta masyarakat untuk membangun benteng perlindungan dari ancaman narkoba,” ujar Irjen Pol Iwan Kurniawan, Rabu, 18 Februari 2026.

Ia menegaskan, peran masyarakat sangat krusial, terutama dalam mendeteksi dini peredaran narkotika di lingkungan sekitar. Salah satunya dengan meningkatkan pemahaman tentang bahaya narkoba, khususnya di kalangan pelajar dan generasi muda.

Selain edukasi, masyarakat juga diimbau untuk segera melaporkan setiap aktivitas atau informasi mencurigakan yang berkaitan dengan peredaran narkotika kepada aparat penegak hukum.

“Informasi dari masyarakat merupakan kunci utama dalam mengungkap jaringan narkoba. Semakin tinggi kepedulian dan partisipasi warga, semakin efektif upaya kita membersihkan Kalimantan Tengah dari narkoba,” tegasnya.

Kapolda juga mengungkapkan bahwa Polda Kalteng telah menyiapkan sejumlah program pencegahan, bekerja sama dengan berbagai pihak. Program tersebut meliputi penyuluhan bahaya narkoba di sekolah-sekolah, pembentukan kelompok pengamanan masyarakat yang fokus pada pencegahan narkoba, serta penguatan layanan rehabilitasi bagi penyalahguna narkotika.

“Kita harus bergerak bersama untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan aman bagi generasi mendatang. Mari jadikan Kalimantan Tengah sebagai provinsi yang bebas dari ancaman narkoba,” pungkasnya. (PATHUR/j)