PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Perayaan Misa Rabu Abu pukul 20.00 WIB di Katedral Santa Maria Palangka Raya pada Rabu malam, 18 Februari 2026, berlangsung khidmat. Di tengah suasana hening yang menyelimuti gereja, umat mengikuti rangkaian liturgi sebagai penanda dimulainya masa Prapaskah dan Puasa bagi umat Katolik selama 40 hari hingga masa Paskah.

Dalam homilinya, Pastor Andreas Jimmy Niman menekankan pentingnya Aksi Puasa Pembangunan atau APP sebagai wujud konkret pertobatan. Ia menyebut doa sebagai sumber kekuatan rohani, sementara aksi puasa menjadi sarana berbagi agar tidak ada seorang pun yang terjerumus dalam keputusasaan.

“Doa adalah sumber. Dari doa, kita mendapat kekuatan untuk melangkah. Dan aksi puasa harus menghadirkan kebahagiaan bagi sesama, supaya tidak ada orang yang putus asa,” ujarnya di hadapan umat yang memadati gereja di Jalan Tjilik Riwut km 1, Palangka Raya ini.

Ia mengingatkan, iman tidak cukup berhenti pada pengakuan lisan atau rutinitas ibadah semata. Mengutip ajaran Kitab Suci, Pastor Jimmy menegaskan bahwa iman tanpa perbuatan pada hakikatnya adalah mati. Karena itu, masa Prapaskah harus menjadi momentum untuk menghidupkan iman melalui tindakan nyata: berbagi, peduli, serta menolong mereka yang lemah.

Menurutnya, APP bukan sekadar program tahunan, melainkan panggilan untuk membangun solidaritas. Umat diajak melihat penderitaan di sekitar, lalu mengambil bagian dalam karya kasih yang sederhana namun bermakna.

“Jangan jemu untuk berbuat baik,” pesannya, seraya mengajak umat tetap setia dalam pelayanan dan tindakan kasih, meski terkadang tidak mudah.

Misa malam itu juga dipimpin oleh Pastor Patris Alu Tampu dan menjadi puncak perayaan Rabu Abu di hari yang sama ketika sebagian umat Islam memulai ibadah puasa Ramadan. Situasi tersebut menghadirkan nuansa harmoni lintas keyakinan di Kota Palangka Raya, masing-masing umat menjalankan ibadah dengan khusyuk dalam ruang dan tradisinya.

Homili tentang doa, aksi nyata, dan ketekunan berbuat baik menjadi bekal rohani untuk menapaki 40 hari perjalanan menuju Paskah. (TESTI PRISCILLA/j)