BORNEONEWS, Tamiang Layang – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah dari Daerah Pemilihan (Dapil) 4, Amonius Tuyum, berharap bantuan papan interaktif digital yang telah disalurkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kepada SMA, SMK dan Sekolah Khusus (SKh) dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
Program digitalisasi pendidikan tersebut mulai berjalan sejak tahun 2024. Pemprov Kalteng melalui Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah (Disdik Kalteng) menyalurkan bantuan papan interaktif dan dukungan jaringan internet ke sekolah-sekolah menengah sebagai upaya mempercepat transformasi pembelajaran berbasis teknologi.
“Saya berharap di Barito Timur ini program tersebut dapat berjalan seperti di daerah-daerah lain karena bantuan papan interaktif itu sangat besar manfaatnya,” ujar Tuyum saat ditemui di Tamiang Layang, Rabu, 18 Februari 2026.
Ia menilai perangkat papan interaktif dapat membantu guru menyampaikan materi pelajaran dengan lebih menarik dan mudah dipahami siswa, terutama dalam pembelajaran yang membutuhkan visualisasi digital dan multimedia.
Namun demikian, Tuyum mengakui masih ada sejumlah kendala di lapangan yang membuat pemanfaatannya belum maksimal.
“Kendala utama adalah jaringan internet dan listrik yang belum stabil di sejumlah sekolah. Kalau sudah memakai papan interaktif pasti membutuhkan daya listrik yang lebih besar dan juga jaringan internet yang stabil,” katanya.
Berdasarkan informasi yang diberitakan media, sejak 2024 Pemprov Kalteng telah menyiapkan ribuan unit papan interaktif digital untuk mendukung pembelajaran di SMA, SMK dan SKh. Program ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam pemerataan akses teknologi pendidikan.
Namun, Tuyum mengungkapkan bahwa di beberapa sekolah, perangkat papan interaktif tersebut belum terpasang dan bahkan masih disimpan. Selain keterbatasan infrastruktur, faktor keamanan juga menjadi pertimbangan sekolah karena khawatir perangkat rawan dicuri.
“Beberapa sekolah juga masih menghadapi kendala masalah keamanan, sehingga perangkat papan interaktif belum bisa dipasang di sekolah dengan pertimbangan rawan dicuri,” ungkapnya.
Selain itu, Tuyum juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya guru-guru, agar mampu mengoperasikan perangkat digital tersebut secara maksimal.
“Masih ada juga guru yang belum siap menggunakan perangkat papan interaktif tersebut sehingga perlu diberi pelatihan,” tambahnya.
Politisi Partai Demokrat ini berharap Pemprov Kalteng tidak hanya fokus pada penyaluran bantuan perangkat, tetapi juga memastikan kesiapan jaringan listrik, internet dan pelatihan guru agar program digitalisasi pendidikan benar-benar berdampak pada peningkatan mutu pembelajaran di seluruh wilayah Kalimantan Tengah, termasuk di Dapil 4 yang meliputi Barito Timur, Barito Selatan, Barito Utara dan Murung Raya. (AGUSTINUS BOLE MALO/j)









