PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Wakil Ketua II DPRD Palangka Raya, Nenie Adriati Lambung, mengingatkan seluruh masyarakat untuk menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama menjelang rangkaian hari besar keagamaan, yakni Imlek, Ramadan, dan Paskah, yang berlangsung berdekatan pada 2026.

Menurut Nenie, momentum tersebut menjadi ujian sekaligus kesempatan untuk memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman agama dan budaya masyarakat Palangka Raya.

“Imlek dirayakan umat Buddha dan Konghucu, Ramadan dijalani umat Islam, dan Paskah dirayakan umat Kristen. Pada momen seperti ini, sikap saling menghargai dan menghormati menjadi sangat penting,” ujarnya, Kamis, 19 Februari 2026.

Ia menegaskan, Palangka Raya sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah memiliki tingkat heterogenitas yang tinggi. Keberagaman tersebut harus dipandang sebagai kekuatan, bukan sumber perpecahan.

Setiap umat beragama, lanjutnya, memiliki hak yang sama untuk menjalankan ibadah dan merayakan hari besar keagamaannya dengan aman, nyaman, dan khusyuk tanpa gangguan dari pihak mana pun.

Karena itu, Nenie mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat hingga generasi muda, untuk aktif menjaga suasana kondusif serta memperkuat nilai toleransi di lingkungan masing-masing.

“Nilai gotong royong dan saling menghargai harus terus disosialisasikan, baik di keluarga, sekolah, maupun di tengah masyarakat,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan perayaan hari besar keagamaan untuk menyebarkan ujaran kebencian, provokasi, atau tindakan yang berpotensi memecah persatuan.

“Segala bentuk tindakan yang dapat memicu konflik antarumat beragama harus dicegah dan ditindak sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Dengan menjaga toleransi dan persaudaraan, Nenie berharap Palangka Raya tetap menjadi kota yang damai, harmonis, dan menjunjung tinggi nilai kebhinekaan. (MARINI/j)