BORNEONEWS, Kasongan – Setelah sempat merasakan kondisi yang menyerupai musim kemarau di awal tahun, wilayah Kabupaten Katingan kini mulai terus-menerus diguyur hujan deras.
Sejak sepekan terakhir, intensitas hujan di Kota Kasongan dan sekitarnya meningkat drastis, mengakhiri kekhawatiran akan kekeringan berkepanjangan.
Kondisi ini tergolong cukup kontras jika dibandingkan dengan periode awal Januari hingga awal Februari lalu.
Meski secara kalender masuk dalam musim penghujan, wilayah yang dipimpin oleh Bupati Saiful ini justru jarang mendapatkan guyuran air dari langit.
Kurangnya curah hujan pada awal tahun tersebut sempat memicu munculnya titik api atau Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah.
Meski masih dalam skala kecil, fenomena ini sempat menjadi peringatan bagi pemerintah daerah dan warga setempat.
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa hujan deras masih konsisten turun hingga Rabu, 18 Februari 2026. Bahkan, pada Kamis, 19 Februari 2026 subuh, langit Kasongan kembali menumpahkan air.
Hingga berita ini diterbitkan, suasana di ibu kota Kabupaten Katingan tersebut masih nampak suram. Matahari tidak terlihat tertutup awan mendung yang tebal, menandakan potensi hujan susulan masih sangat tinggi sepanjang hari ini.
Adanya turun hujan dalam beberapa hari terakhir juga mengakibatkan debit air Sungai Katingan meningkat setelah sebelumnya surut.
Kepala Pelaksana BPBD Katingan, Markus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir atau jalanan licin, mengingat perubahan cuaca yang cukup mendadak dari kering ke basah dalam waktu singkat. (ABDUL GOFUR/j)









