BORNEONEWS, Sampit – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi (Stamet) H Asan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memprakirakan cuaca dan kondisi kelautan menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2026 relatif aman dan kondusif.
"BMKG sudah memprediksi bahwa Lebaran tahun ini relatif lebih kondusif. Untuk kondisi gelombang di bulan Maret, posisi matahari berada di khatulistiwa sehingga tidak terlalu berkontribusi terhadap peningkatan gelombang di wilayah Laut Jawa," kata Kepala BMKG Stamet H Asan Sampit Mulyono Leo Nardo, Kamis, 19 Februari 2026.
Ia menjelaskan, tinggi gelombang di Laut Jawa pada Maret diperkirakan berada pada kisaran 0,1 hingga maksimal 1,5 meter. Kondisi tersebut dinilai aman bagi pelayaran kapal besar.
"Dengan tinggi gelombang seperti itu, kapal-kapal besar seperti Roro dan Pelni masih bisa berlayar," tambahnya.
Sementara itu, untuk prakiraan cuaca, BMKG memperkirakan hujan ringan hingga sedang akan mendominasi wilayah Kotim sepanjang Maret 2026.
"Pada periode 1 sampai 10 Maret 2026, hujan ringan hingga sedang masih mendominasi Kotim. Kondisi serupa juga diperkirakan terjadi pada 11 hingga 30 Maret," ujarnya.
Ia menjelaskan, secara klimatologis, Kotim memiliki dua puncak musim hujan dalam setahun. Puncak pertama telah terjadi pada Desember 2025, sementara puncak kedua diperkirakan berlangsung pada April 2026.
"Desember 2025 kemarin merupakan puncak pertama dengan curah hujan tinggi, kemudian Januari 2026 agak menurun karena kondisi lebih panas. Sesuai siklus historis, curah hujan berpotensi kembali meningkat pada Maret hingga April," bebernya.
Untuk prakiraan curah hujan, BMKG mencatat wilayah Kalimantan Tengah, termasuk Kotim, pada Maret 2026 berada dalam kategori menengah.
"Curah hujan di bulan Maret diperkirakan berkisar antara 200 hingga 300 milimeter," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/j)









