PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sekda Kota Palangka Raya, Arbert Tombak, secara aktif mendorong para pelaku usaha lokal, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), untuk segera mendaftarkan produk mereka ke dalam sistem E-Katalog Lokal.

Langkah ini dipandang sebagai upaya strategis untuk mendigitalisasi sektor perdagangan lokal sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan di Kota Cantik.

Arbert menjelaskan bahwa keterlibatan pengusaha lokal dalam platform digital ini akan membuka pintu lebar bagi produk-produk daerah untuk masuk ke dalam rantai pasok kebutuhan pemerintah.

"Dengan masuk ke E-Katalog, produk UMKM memiliki peluang yang sama dengan perusahaan besar untuk dipilih dalam proyek pengadaan barang dan jasa pemerintah yang bernilai strategis," katanya, Kamis, 19 Februari 2026.

Manfaat utama bagi para pelaku UMKM adalah perluasan akses pasar yang sebelumnya mungkin sulit dijangkau secara mandiri.

Melalui sistem ini, pemasaran produk tidak lagi terbatas secara konvensional, melainkan tersedia di etalase digital yang dapat diakses langsung oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) saat melakukan belanja kebutuhan rutin maupun proyek pembangunan.

Selain menguntungkan pihak swasta, kebijakan ini bertujuan mendukung target pemerintah dalam meningkatkan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).

Menurut Arbert, ketergantungan pada produk luar daerah atau produk impor harus dikurangi dengan cara memprioritaskan belanja pada produk-produk hasil karya masyarakat Palangka Raya sendiri.

"Pemerintah Kota Palangka Raya berkomitmen untuk mempermudah proses pendaftaran bagi para pengusaha yang ingin bergabung," ujarnya.

Arbert menekankan bahwa sistem ini transparan dan akuntabel, sehingga memberikan kepastian hukum dan pembayaran yang lebih terjamin bagi UMKM yang berhasil menjalin kerja sama dengan instansi pemerintah melalui platform tersebut.

Dia berharap inisiatif ini dapat memicu kreativitas dan standar kualitas produk lokal agar mampu bersaing secara nasional.

Dengan sinergi antara teknologi dan pemberdayaan ekonomi lokal, diharapkan pertumbuhan ekonomi di Palangka Raya semakin mandiri, tangguh, dan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan para pelaku usaha kecil. (HENDRI/j)