BORNEONEWS, Kuala Pembuang – Bukan api, bukan asap, namun sebuah cincin yang tak kunjung lepas justru membuat Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Seruyan kembali unjuk respons cepat, Rabu malam, 18 Februari 2026.
Sekitar pukul 21.53 WIB, petugas menerima laporan dari seorang warga di Jalan Diponegoro, Kuala Pembuang, yang mengalami kesulitan serius akibat cincin di jarinya tak bisa dilepaskan meski sudah dicoba dengan berbagai cara. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu sirkulasi darah dan berisiko menimbulkan cedera.
Tak menunggu lama, empat personel Tim Rescue Damkar Seruyan langsung bergerak ke lokasi. Dengan peralatan khusus pemotong cincin dan teknik penanganan yang terukur, proses pelepasan dilakukan secara hati-hati demi menghindari luka pada jari korban.
“Penanganan dilakukan sesuai prosedur keselamatan. Alhamdulillah, cincin berhasil dilepas tanpa menimbulkan cedera,” kata Plt Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Seruyan, Hj Sri Heviana, Kamis, 19 Februari 2026.
Ia menegaskan, tugas Damkar tidak terbatas pada pemadaman api semata. Tim Rescue juga disiagakan untuk menangani berbagai situasi darurat non-kebakaran yang kerap luput dari perhatian, namun berpotensi membahayakan keselamatan warga.
Sri Heviana pun mengimbau masyarakat agar tidak ragu menghubungi Damkar saat menghadapi kondisi darurat, sekecil apa pun bentuknya. “Keselamatan warga adalah prioritas. Jangan menunggu sampai kondisi memburuk,” ujarnya.
Aksi cepat ini kembali menegaskan peran Damkar Seruyan sebagai garda terdepan layanan darurat yang selalu hadir di tengah masyarakat, kapan pun dibutuhkan. (FAHRUL/j)









