SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Dinas Perhubungan (Dishub) Kotawaringin Timur (Kotim) merancang penguatan aksesibilitas transportasi darat antarkecamatan di wilayah utara. Salah satu langkah strategis yang disiapkan adalah perluasan rute angkutan bersubsidi Bus Damri dari Sampit hingga Antang Kalang.

"Ini salah satu upaya kita untuk merajut transportasi antar kecamatan. Semoga nanti tembus dari Sampit ke Antang Kalang. Di sana ada beberapa desa yang dilalui seperti Gunung Makmur dan desa-desa lainnya, sehingga sangat membantu masyarakat menuju Sampit," kata Kepala Dishub Kotim Raihansyah, Kamis, 19 Februari 2026.

Menurut Raihansyah, kondisi infrastruktur jalan yang kini sudah semakin baik hingga Telaga Antang menjadi modal untuk pengembangan rute lanjutan ke Antang Kalang. Dishub Kotim saat ini masih mengupayakan agar rute tersebut dapat segera direalisasikan.

Sebelumnya, Dishub Kotim telah berhasil membuka satu rute baru transportasi darat melalui Terminal Patih Rumbih, Sampit ke Telaga Antang. Rute tersebut mulai beroperasi sejak awal tahun ini setelah diusulkan ke Kementerian Perhubungan melalui Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD).

"Kita sudah mendapatkan satu rute dari Sampit ke Telaga Antang dan sebaliknya. Ini angkutan bersubsidi dengan tarif terjangkau," ujarnya.

Hingga saat ini, terdapat dua bus perintis Damri yang melayani wilayah utara dan selatan Kotim. Untuk wilayah utara, rute Sampit-Telaga Antang yang baru beroperasi tahun ini merupakan pengembangan dari rute sebelumnya yang hanya sampai Parenggean.

Untuk rute Sampit-Telaga Antang, tarif Bus Damri ditetapkan sebesar Rp40 ribu dengan fasilitas bus ber-AC. Sementara itu, lokasi penurunan penumpang di Telaga Antang masih bekerja sama dengan pihak kecamatan, yakni di halaman Kantor Kecamatan. Sedangkan untuk rute Sampit-Parenggean, tiket Bus Damri dibanderol Rp30 ribu.

Sementara di wilayah selatan, rute Sampit-Samuda dikenakan tarif Rp25.000 dan rute Sampit-Ujung Pandaran sebesar Rp30.000. (DEWI PATMALASARI/j)