BORNEONEWS, Kasongan – Kecelakaan air yang merenggut nyawa kembali terjadi di wilayah Kabupaten Katingan.
Sebuah perahu jenis imbal sayur milik Muhlisin dilaporkan karam di Daerah Aliran Sungai (DAS) antara Desa Subur Indah dan Desa Jaya Makmur, Kecamatan Katingan Kuala, Kabupaten Katingan, Rabu,18 Februari 2026 sore sekitar pukul 15.30 WIB.
Peristiwa nahas tersebut mengakibatkan satu orang penumpang bernama Sri Utami (50), warga Desa Subur Indah, tutup usia setelah tenggelam dan terjebak di dalam badan kapal.
Berdasarkan laporan dari Camat Katingan Kuala, Heriyadi Utomo, Kamis, 19 Februari 2026.
Kejadian bermula saat imbal yang dinakhodai sendiri oleh Muhlisin dalam perjalanan pulang dari Pegatan menuju Desa Subur Indah.
Selain membawa 8 orang penumpang, perahu tersebut juga memuat barang logistik berupa 40 dus air mineral dan 30 jerigen minyak.
Saat memasuki aliran sungai yang berjarak sekitar 700 meter dari DAS Katingan, imbal tersebut berpapasan dengan sebuah long boat.
Papasan ini menimbulkan gelombang yang membuat imbal oleng ke arah kanan hingga akhirnya karam.
Sesaat setelah kejadian, warga sekitar segera melakukan upaya penyelamatan. Namun, korban Sri Utami tidak berhasil menyelamatkan diri.
Setelah dilakukan pencarian intensif dengan menarik badan perahu ke pinggir sungai menggunakan bantuan perahu warga lainnya, jasad korban akhirnya ditemukan pada pukul 19.08 WIB dalam kondisi tersangkut di dalam imbal.
Dari analisa sementara di lapangan, musibah ini dipicu oleh beberapa faktor risiko termasuk kelebihan muatan.
Lainnya kondisi imbal yang sarat penumpang dan barang membuatnya tidak stabil saat terkena gelombang.
Kemudian minimnya alat keselamatan: Tidak tersedianya pelampung (life jacket) bagi penumpang.
Heriyadi mengungkapkan bahwa korban yang sudah lanjut usia dan diketahui tidak memiliki kemampuan berenang menyulitkan upaya penyelamatan diri saat air mulai masuk ke perahu.
Pihak pemerintah kecamatan mengimbau kepada seluruh pemilik moda transportasi air untuk lebih memperhatikan kapasitas muatan dan selalu menyediakan alat keselamatan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. (ABDUL GOFUR/j)









