BORNEONEWS, Palangka Raya – Suasana di Sugapa terasa berbeda pada hari Rabu 18 Februari 2026 Sebanyak dua anggota dan lima belas simpatisan OPM Kodap VIII Intan Jaya melakukan tindakan penting dengan mengucapkan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kegiatan pengucapan ikrar tersebut didampingi oleh Satgas Yonif 631/Antang. Selain itu, acara juga disaksikan langsung oleh Satgas Yonif 744 serta aparat Gabungan Kesejahteraan Masyarakat (Gakkum) Intan Jaya sebagai saksi resmi.
Proses pengucapan ikrar berjalan dengan sangat tenang dan penuh kesadaran dari setiap pihak yang terlibat. Mereka datang dengan kemauan sendiri tanpa ada paksaan, dengan tujuan untuk membuka lembaran baru dalam hidup dan kembali menyatu serta menjadi bagian yang utuh dari NKRI.
Di hadapan aparat keamanan dan tokoh masyarakat setempat, ikrar setia kepada negara diucapkan dengan khidmat dan penuh penghormatan.
Momen tersebut tidak sekadar menjadi sebuah seremoni formal, melainkan dijadikan sebagai langkah awal untuk meraih kehidupan yang lebih damai dan aman bagi diri mereka serta masyarakat sekitar.
Dansatgas Yonif 631/Antang Lekol Inf Andy Darnianto menyampaikan bahwa pendekatan yang dilakukan oleh satgas selama ini selalu mengedepankan komunikasi yang terbuka dan sentuhan kemanusiaan.
"Kami tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan, tapi juga untuk merangkul. Siapa pun yang ingin kembali dan bersama-sama membangun Papua, pintu selalu terbuka," ujarnya dalam sambutannya.
Keberhasilan proses ini menjadi bukti konkret bahwa pendekatan persuasif dan prinsip kebersamaan mampu membawa perubahan positif.
"Saya berharap, langkah yang ditempuh oleh para mantan anggota dan simpatisan OPM ini bisa menjadi contoh bagi pihak lain bahwa perdamaian dan persatuan adalah jalan terbaik untuk mewujudkan masa depan Intan Jaya yang lebih baik dan sejahtera," pungkasnya. (PATHUR/Y)









