KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Dalam rangka menyemarakkan Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, Pemerintah Kabupaten Kapuas mengimbau seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang beragama Islam untuk melaksanakan kegiatan tadarus Al-Qur’an di lingkungan kerja masing-masing. Imbauan tersebut tertuang dalam Surat Bupati Kapuas Nomor 800/020/P3I/BKPSDM/2026 tanggal 6 Februari 2026 tentang Pelaksanaan Tadarus Al-Qur’an Selama Bulan Suci Ramadan 1447 H di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kapuas.

Bupati Kapuas, Wiyatno, menegaskan bahwa kegiatan tadarus ini bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan bagian dari upaya memperkuat nilai spiritual di kalangan aparatur. 

“Kegiatan tadarus dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, sekaligus mempererat tali silaturahim dan ukhuwah islamiyah di kalangan ASN,” ucapnya dalam edaran tersebut.

Dalam surat tersebut dijelaskan, seluruh ASN beragama Islam diimbau melaksanakan tadarus Al-Qur’an secara bersama-sama di unit kerja masing-masing. Kegiatan dilaksanakan selama satu jam sebelum memulai aktivitas kerja, dengan menyesuaikan jam kerja Ramadan yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

Pelaksanaan tadarus dapat dilakukan di musala kantor, ruang rapat, maupun aula instansi, dengan tetap menjaga kekhidmatan dan ketertiban. Selain sebagai bentuk ibadah, kegiatan ini juga diharapkan menjadi sarana pembinaan mental spiritual serta meningkatkan kedisiplinan aparatur dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

Bupati juga meminta seluruh Kepala Perangkat Daerah agar mengatur mekanisme pelaksanaan kegiatan ini secara bijak, sehingga tidak mengganggu pelayanan publik, khususnya layanan yang bersifat mendesak. Koordinasi dan pelaporan kegiatan tadarus pun diinstruksikan untuk diinformasikan setiap hari melalui grup WhatsApp sebagai bentuk monitoring dan evaluasi.

Melalui kebijakan ini, Pemerintah Kabupaten Kapuas berharap suasana Ramadan di lingkungan kerja semakin religius, harmonis, dan penuh semangat kebersamaan. Di sisi lain, kualitas pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama, sehingga ibadah dan tugas negara dapat berjalan seiring dan saling menguatkan. (SABRIANOOR/y)