BORNEONEWS, Muara Teweh - Bahan bakar minyak (BBM) di Kota Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, langka, sampai ke tingkat pedagang eceran di pinggir jalan. Kalaupun ada, harga premium berkisar Rp12 ribu-Rp15 ribu per liter. Masyarakat sulit mendapatkan BBM baik subsidi maupun nonsubsidi di SPBU, karena dikuasai oleh para pelangsir BBM yang memenuhi SPBU.
"Kalau ke SPBU, berdesak-desakan dengan para pelangsir yang memadati antrean di pengisian bahan bakar. Bahkan saat ini untuk mendapatkan bahan bakar nonsubsidi seperti Pertamax tidak bisa karena juga dilangsir oleh para pelangsir," kata salah satu warga Kota Muara Teweh, Reza, Senin (19/12/2016).
Reza mengatakan, bahwa jika ada pedagang eceran yang menjual bahan bakar minyak, itupun dengan harga yang tinggi yang mencapai harga dari Rp12.000 hingga Rp15.000. Diharapkan pemerintah beserta instansi terkait dapat memberikan solusi agar masyarakat bisa menikmati BBM. (RAMADANI/N).








