BORNEONEWS, Palangka Raya - Pengurus Provinsi Persatuan Korfball Seluruh Indonesia atau PKSI Kalimantan Tengah menggelar Pelatihan Pelatih dan Wasit Lisensi C tingkat provinsi di Kampus PJKR FKIP Universitas Palangka Raya. Kegiatan ini menjadi langkah awal memperkuat sumber daya manusia jelang Pekan Olahraga Provinsi atau Porprov XIII Kalteng 2026 di Kabupaten Kotawaringin Barat.
Pelatihan yang diikuti 20 peserta tersebut merupakan bagian dari strategi standarisasi kualitas pelatih dan perangkat pertandingan. Mereka berasal dari sejumlah kabupaten dan kota, yakni Palangka Raya, Kapuas, Kotawaringin Barat, Murung Raya, Seruyan, Barito Utara, Katingan, dan Kotawaringin Timur.
Ketua Umum Pengprov PKSI Kalteng, Nopri Setiawan, menegaskan bahwa korfball memiliki karakter unik karena dimainkan secara campuran antara putra dan putri serta menerapkan sistem tanpa kontak fisik.
"Karena itu, peran pelatih dan wasit menjadi krusial dalam menjaga esensi permainan," kata Nopri pada Kamis, 19 Februari 2026.
Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali materi teori dan praktik secara intensif. Mulai dari pemahaman aturan 360 derajat terkait pergerakan bebas pemain, pendalaman defend rule untuk menentukan tembakan yang sah atau terjaga, hingga ketegasan mengidentifikasi pelanggaran fisik.
"Tak hanya itu, aspek sinyal dan komunikasi juga menjadi perhatian," katanya.
Standarisasi penggunaan peluit serta koordinasi dengan asisten wasit dan petugas meja pertandingan ditekankan agar kualitas pertandingan semakin profesional.
“Dengan lisensi ini, mereka sah memimpin pertandingan antar klub lokal. Kami berkomitmen meningkatkan jenjang lisensi ke tingkat yang lebih tinggi,” ujar Nopri optimistis.(TESTI PRISCILLA/y)









