TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Rangkaian Musyawarah Perencanaan Pembangunan Tingkat Kecamatan (Musrenbangcam) tahun 2026 di Kabupaten Barito Timur resmi berakhir di Kecamatan Dusun Timur, Kamis, 19 Februari 2026.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Asisten II Sekretariat Daerah Barito Timur, Amrullah, serta dihadiri jajaran Kepala Bapplitbangda, unsur TNI-Polri, kepala perangkat daerah, kepala desa se-Kecamatan Dusun Timur, Lurah Tamiang Layang, BPD, UPT layanan pendidikan dan kesehatan, insan pers, serta tamu undangan lainnya.

Bupati Barito Timur, M Yamin, dalam arahannya yang dibacakan Amrullah menegaskan bahwa pelaksanaan Musrenbangcam akan terus disempurnakan agar perencanaan pembangunan semakin terarah dan terintegrasi.

“Ke depan, sistem perencanaan pembangunan harus melibatkan unsur pengambil kebijakan tingkat kabupaten, termasuk dinas, badan, unit kerja, serta anggota DPRD sesuai dapil masing-masing sebagai fasilitator Musrenbang kecamatan,” tegas Yamin.

Menurutnya, langkah tersebut penting agar pemerintah daerah dapat menetapkan prioritas pembangunan secara lebih tepat sasaran, sesuai kebutuhan desa, kelurahan, dan kecamatan, dengan tetap mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah.

Sementara itu, Camat Dusun Timur, Nina Marissa, melaporkan bahwa Musrenbang di wilayahnya menghasilkan total 190 usulan dari 16 desa dan 1 kelurahan, termasuk usulan dari BPP, UPT Dinas Pendidikan, serta UPT Puskesmas Tamiang Layang dan Edison Jaar.

“Total estimasi anggaran yang diajukan mencapai sekitar Rp70 miliar dan ditujukan kepada 12 organisasi perangkat daerah,” ujar Nina dalam laporannya.

Ia menegaskan seluruh usulan telah melalui proses verifikasi dan pemilahan agar tidak terjadi tumpang tindih dengan pokok-pokok pikiran DPRD maupun program OPD yang sudah direncanakan untuk Tahun 2026.

“Mewakili 16 desa dan 1 kelurahan, kami berharap usulan ini dapat terealisasi sesuai kebutuhan masyarakat dan skala prioritas pembangunan daerah,” pungkas Nina.

Dengan berakhirnya rangkaian Musrenbangcam, Pemkab Barito Timur kini memasuki tahapan penyusunan prioritas pembangunan daerah tahun 2027 berdasarkan aspirasi dan kebutuhan masyarakat di tingkat bawah. (AGUSTINUS BOLE MALO/H)