BORNEONEWS, Kasongan - Pemerintah Kabupaten Katingan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan setempat menggelar kegiatan gemar makan ikan, bertepatan dengan pelepasan Tim Ekspedisi Bukit Bulan. Aksi dalam rangka Hari Nusantara 2016 itu, berlangsung di halaman rumah jabatan Bupati Katingan, di Kasongan, Senin (19/12/2016).
Dalam acara gemar makan ini, ratusan warga Katingan termasuk siswa sekolah mulai SD, SMP dan SMA bersama-sama menyantap masakan berbagai jenis ikan itu. Bupati Katingan, Ahmad Yantenglie dan sejumlah kepala SKPD serta anggota Forkopinda setempat juga ramai-ramai makan masakan berbagai jenis ikan tersebut.
Bupati Tenglie mengatakan, daerahnya selama ini merupakan produsen ikan, baik hasil budidaya maupun tangkapan para nelayan. Ikan air tawar atau sungai, juga ikan laut, cukup melimpah di wilayah itu. Setiap hari puluhan ton ikan dari wilayah Katingan dikirim ke luar daerah, seperti Palangka Raya, Sampit dan Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
"Kenapa acara gemar makan ikan ini bersamaan dengan pelepasan tim ekspedisi Bukit Bulan, karena di lokasi ekspedisi yaitu di Sungai Bulan Desa Tumbang Bulan Kecamatan Mendawai banyak sekali berbagai jenis ikan sungai," katanya.
Menurut Bupati Tenglie, cukup banyak kandungan gizi di dalam ikan, seperti protein yang tinggi dan zat lasin yang berguna bagi kesehatan. Makan ikan, kata dia juga sangat baik bagi pertumbuhan anak-anak. "Saat kita mengkonsumsi makanan yang kurang pas nanti akan mempengaruhi genetik anak-anak kita."
Bupati Ahmad Yantenglie juga mengingatkan warganya agar tidak mencari ikan di sungai maupun di danau dengan cara setrum atau racun. Sebab kegiatan tersebut sangat merugikan masyarakat, ini karena bibit ikan akan punah dan mempengaruhi produktivitas ikan tangkap di kemudian hari.
"Kita imbau masyarakat Katingan agar ridak menangkap ikan ini dengan cara-cara seperti itu, sebab akan merugikan masyarakat," tegasnya.
Bupati juga menyampaikan agar ikan hasil tangkapan maupun hasil budidaya memiliki harga tinggi, produk ikan juga dapat dimanfaatkan berbagai penganan, seperti ikan kering/asin, dan lainnya termasuk abon ikan.
"Kita imbau kepada pihak dinas terkait agar kedepan kita bisa memproduksi sendiri pengadaan benih ikan ini, sebab salama ini benih ikan untuk budidaya di wilayah kita ini masih didatangkan dari luar daerah seperti Banjarmasin dan Bogor," katanya.(ABDUL GOFUR/N).








