SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) menargetkan perputaran ekonomi hingga Rp3,5 miliar selama pelaksanaan Bazar Kuliner atau Pasar Ramadan 1447 Hijriah yang digelar sebulan penuh di Kota Sampit.

"Melalui Bazar Kuliner Ramadan 1447 Hijriah ini, selama satu bulan ke depan diproyeksikan terjadi potensi transaksi jual beli di area bazar sebesar Rp2 miliar," kata Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kotim Johny Tangkere, Jumat, 20 Februari 2026.

Selain itu, terdapat potensi tambahan omzet dari aktivitas di luar area utama bazar, seperti parkir dan transaksi di sekitar lokasi, yang diperkirakan mencapai Rp1 miliar. Sementara potensi pendapatan daerah dari retribusi parkir, kebersihan, dan lainnya ditargetkan sekitar Rp50 juta. Sehingga total estimasi perputaran ekonomi selama Pasar Ramadan bisa mencapai kurang lebih Rp3,5 miliar.

Johny mengapresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, baik dari unsur pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat.

Dari sisi partisipasi, bazar tahun ini diikuti sekitar 130 pedagang. Di area Jalan S Parman, tepatnya di parkir Taman Kota Sampit, terdapat sekitar 70 pedagang kuliner lokal. Rinciannya meliputi 42 pedagang kue tradisional, 17 pedagang minuman segar, 8 pedagang asongan, serta 7 dealer dan distributor pangan.

Sementara di area Jalan Yos Sudarso, tepatnya di depan Swalayan UMKM dan Museum Kayu, terdapat sekitar 60 stand kuliner modern. Komposisinya terdiri dari 15 pedagang minuman, 15 pedagang kue, serta 30 pedagang makanan berat seperti risoles, dimsum, dan aneka hidangan lainnya.

"Kami berharap Pasar Ramadan ini mampu memberikan dampak ekonomi bagi pelaku UMKM," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/H)